AMBON, Siwalimanews – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur diminta untuk segera mengatasi benjana banjir yang terjadi pada sejumlah wilayah tersebut sehingga mengakibatkan ratusan warga mengungsi.

“Memang akibat bencana banjir di SBT beberapa waktu lalu sudah mengakibatkan dampak kerusakan infrastruktur yang cukup para maka harus ditangani segera oleh Pemda,” demikian diungkapkan, anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kabupaten Seram Bagian Timur, Alimuddin Kolatkena.

Dia juga meminta, Pemerintah Provinsi Maluku turut membantu pemkab menanggani permasa­lahan banjir yang dialami oleh masyarakat setempat.

Dikatakan, belajar dari bencana banjir yang terjadi maka Pemerintah Kabupaten SBT harus melakukan perencanaan terhadap pembangunan infrastruktur, baik talud penahan ombak maupun infrastruktur lainya secara baik.

Sebab jika pemda tidak melakukan perencanaan dengan baik, maka sudah pasti ketika terjadi banjir lagi maka hal serupa kembali terjadi dan mengakibatkan dampak yang lebih parah lagi.

Baca Juga: Tiga Kali Dipanggil Disnaker, Yayasan Kesehatan & Dirut RS Sumber Hidup Mangkir

Apalagi, letak geografis Kabupaten Seram Bagian Timur khususnya Kecamatan Kota Bula ketika musim timur akan sangat berdampak parah jika tidak ada perencanaan yang matang dan jangka panjang.

“SBT ini kan langganan bencana saat musing timur baik itu ombak maupun curah hujan, maka perencanaan yang matang dan jangka panjang harus dilakukan oleh pemerintah daerah baik Kabupaten maupun Provinsi Maluku agar tidak terkesan tiba saat tidak akan dan masyarakat yang harus dikorbankan,” tandasnya

539 Warga Mengungsi

Seperti diberitakan sebelumnya, gelombang pasang disertai hujan deras mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Seram Bagian Timur. Tercatat ratusan warga mengungsi.

Tiga wilayah yang dikepung gelombang tinggi dan hujan deras yaitu, Desa Sesar, Kampung Nelayan, Englas dan Desa Hote. Akibat cuaca ekstrim tersebut menyebabkan 539 warga SBT mengunsi, 19 rumah rusak berat dan 17 rumah warga rusak ringan.

Demikian diungkapkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten SBT, Usman Keliobas kepada Siwalima melalui Telepon Seluler, Rabu pagi.

Keliobas merincikan, jumlah total rumah dan bangunan yang rusak akibat gelombang pasang tersebut sebanyak 36 unit dengan kategori rusak berat sebanyak 19 unit dan rusak ringan 17.

Disebutkan, data kerusakan akibat bencana gelombang pasang tersebar di tiga lokasi yakni Desa Sesar, Desa Englas Kecamatan Bula serta Desa Hote Kecamatan Bula Barat, Kabupaten SBT.

Kata dia, untuk Desa Sesar, BPBD mencatat jumlah rumah rusak yang terdata sebanyak 15 rumah yakni, 3 rusak berat,12 rusak ringan.

Sedangkan rusak berat yaitu, dua unit bangunan yakni, Pos jaga warga dan Pos Polairud Polres setempat.

Sementara di Desa Englas, BPBD mencatat jumlah rumah warga yang mengalami rusak berat sebanyak 5 unit.

“Seusai data yang diperoleh BPBD SBT tercatat 539 warga di Desa Sesar, Kampung Nelayan, Englas dan Desa Hote mengunsi. Sementara untuk rumah warga yang rusak berat sebanyak 19 rumah, dan rusak ringan sebanyak 17 rumah,” ujarnya.

Keliobas juga mengungkap­kan, dari 539 warga yang mengungsi terdiri dari warga di Kecamatan Bula Desa Sesar 116 warga, Kampung Nelayan 121 warga, Desa Englas 18 warga sementara untuk Kecamatan Bula Barat Desa Hote, warga yang mengunsi berjumlah 284 warga. “Sehingga total pengungsi di dua kecamatan ini berjumlah 539,”  ujarnya.

Hingga kini, Kata Keliobas, pemerintah Kabupaten SBT sudah memberikan bantuan darurat berupa selimut, mendirikan tenda pengungsi di Desa Hote.

Bupati SBT, Mukti Keliobas, langsung turjun langsung melihat warga yang mengalami bencana ditemani Wakil Bupati Idris Ru­-ma­lutur, Sekda Djafar Kwairu-maratu, Kadis Kesehatan Samun Rumakabis, dan PLT Baznas Sidik Rumalowak terjun langsung memantau kondisi Warga yang terkena bencana alam.  (S-20)