AMBON, Siwalimanews – Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono mendorong pemkot untuk menggelar pembelajaran tatap muka diterapkan di sekolah dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

Pasalnya, arahan dari Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, bahwa daerah yang masuk zoba PPKM level 1-3 bisa melakukan sekolah tatap muka. Arahan dari Mendikbud ini sudah sangat jelas, sehingga seharusnya pemkot mengikutinya.

“Minimal Dinas Pendidikan menyiapkan fasilitas protokol kesehatan kepada para siswa, misalnya tempat cuci tangan, persediaan masker serta hand sanitizer untuk para siswa,” ucap Latupono kepada Siwalimanews di Baileo Rakyat Belakang Soya, Selasa (31/8).

Walaupun demikian, yang perlu diingat kata Latupono, yakni harus ada pembatasan siswa, serta dijaga ketat protokol kesehatan di dalam kelas.

“Harus tidak dilakukan sip-sipan untuk jam masuk. Selain itu, pembelajaran juga tidak boleh lebih dari 2 jam. Ini yang harus disiapkan secara  teknis pelaksanaannya,” tandas Latupono.

Baca Juga: BI Salurkan Bantuan Penanggulangan Covid-19

Hal itu kata Latupono, dilihat dari kepentingan anak didik sangat positif, karena selama ini yang namanya pembelajaran daring, tugas siswa dikerjakan oleh orang tua ataupun kaka, sehingga ini dianggap tidak efektif.

Untuk itu dengan pembelajaran tatap muka, diyakini akan bisa lebih efektif itu dari sisi kepentingan kependidikan. Selain itu, dari sisi transportasi, ada aktivitas yang bisa berjalan, seperti ojek, angkot dapat beroperasi dengan lancar, sehingga akses ekonomi juga dapat berjalan dengan baik.

“Saya tidak tahu apa yang jadi pertimbangan Walikota sehingga belajar tatap muka belum juga dilakukan. Mungkin ada hal-hal khusus yang diperhatikan beliau,” tutur Latupono.

Ia menegaskan, vaksin tidak menjadi faktor untuk dilaksanakan sekolah tatap muka, namun kalau memang itu penting untuk dilakukan vaksin, maka minimal Dinas Pendidikan juga harus menyiapkan vaksin di sekolah.

“Misalnya sebelum tatap muka, semua siswa sekolah bisa divaksin, agar upaya pencegahan bisa tetap diutamakan, tetapi kalau pertimbangan pak Walikota saya tidak tahu, tetapi bagi saya dari sisi positif, kualitas pendidikan dan ekonomi dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya. (S-51)