Doni ke Ambon Lagi

Jokowi Perintah Urus Penanganan Pasca Bencana

AMBON, Siwalimanews – Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo kembali diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk ke Ambon lagi.

Doni dijadwalkan tiba hari ini, Rabu (9/10) untuk  me­man­tau penanganan pe­ngungsi pasca gempa tek­tonik 6,8 SR yang melanda Kota Ambon, Kabupaten Malteng dan Kabupaten SBB.

Kepastian kunjungan Do­ni disampaikan Penjabat Sekda Maluku, Kasrul Se­lang, saat dikonfirmasi Si­wa­lima tadi malam. Kas­rul membenarkan kedata­ng­an mantan Pangdam XVI/Patti­mura itu.

“Benar, esok pagi pak Doni tiba dengan Pesawat Garuda di Bandara Internasional  Pattimura pukul 06.00 WIT dan langsung melakukan se­rangkaian kegiatan di Kota Ambon dan Maluku Tengah,” kata Kasrul.

Menurut Kasrul, Doni akan me­ngunjunggi lokasi pengungsian di Rindam XVI/Pattimura,  Kampus Universitas Darusalam Tulehu dan selanjutnya ke Posko Penanggu­lang­an Bencana di Makorem 151/Binaiya

Akui Diperintah

Doni Monardo mengakui diperintah presiden untuk kembali ke Ambon, setelah melaporkan kondisi terkini situasi pasca bencana di Pulau Ambon, SBB dan Maluku Tengah kepada presiden di Istana Negara pada Selasa siang (8/10).

“Malam ini saya diperintahkan pak Presiden untuk kembali lagi ke Ambon,” kata Doni usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Doni mengaku, dirinya telah ke Ambon pasca gempa bumi terjadi pada pada Kamis (26/9) untuk memastikan penanganan dapat berjalan maksimal.

Ia memastikan semua proses penanganan bencana di Ambon, SBB dan Malteng terlaksana dengan baik.

“Kami pastikan semua proses penanganan bencana bisa terlaksana dengan baik,” ujar Doni.

Sesuai data BPBD Maluku, hingga kini jumlah pengungsi mencapai 170.900 jiwa tersebar di Kota Ambon, Malteng dan Kabupaten SBB. Se­dangkan korban meninggal menca­pai 39 orang, luka berat  30 orang dan luka ringan 1.548 orang.

Presiden sebelumnya juga sudah mengirim bantuan 2000 paket bahan pokok. Bantuan itu diserahkan ke­pada Kepala BPBD Maluku, Farida Salam­pessy untuk disalurkan ke lokasi ter­dampak yakni Kota Ambon, Malteng dan SBB.

Gempa tektonik dengan magni­tu­do 6,8 SR mengguncang Pulau Am­bon, Kabupaten SBB dan Malteng pada Kamis (26/9) sekitar pukul 08.46 WIT.

Adapun lokasi gempa berada pa­da titik koordinat 3.38 Lintang Sela­tan,128.43 Bujur Timur atau berjarak 40 km Timur Laut Ambon-Maluku dan 9 Km Kairatu, Kabupaten SBB dengan kedalaman 10 kilometer.

Pastikan Tangani Pengungsi

Sehari setelah gempa, Kepala BPNB Doni Monardo tiba di Kota Ambon, Jumat (27/9). Tiba di Ambon, Doni berkoordinasi dengan pe­jabat daerah Maluku guna memas­tikan penanga­nan darurat, khusus­nya korban luka dan terdampak, berjalan dengan baik.

Didampingi Gubernur Maluku, Murad Ismail, Doni meninjau bebe­rapa tempat di wilayah terdampak.

Ia juga meninjau RSUD dr H Ishak Umarella. Rumah sakit ini tidak dapat difungsikan karena adanya kereta­kan pada dinding bangunan. Meng­antisipasi dampak buruk, pasien telah ditempatkan di tenda-tenda se­kitar rumah sakit.

Selanjutnya, Doni menuju ke Desa Waai, Kabupaten Maluku Tengah. Desa ini menjadi salah satu desa ter­dampak paling parah saat gempa. Ia bertemu jemaat GPM Waai dan warga yang berada di pos pengung­sian.

Doni berpesan kepada pemerintah daerah, BMKG, TNI dan Polri supaya intensif mensosialisasikan kepada masyarakat untuk kembali ke rumah mereka. Masyarakat dihimbau untuk selalu mendapatkan informasi dari pihak berwenang dan tidak mudah terpengaruh pada informasi palsu yang tidak dapat dipertanggung­jawabkan kebenarannya.

“Masih banyak ditemui di lapa­ng­an, warga yang memilih untuk ting­gal di tenda. Mereka masih khawatir untuk tinggal di dalam rumah meski­pun rumahnya tidak rusak,” kata Doni.

Doni memastikan akan membantu menangani pengungsi dengan baik.(S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *