AMBON, Siwalimanews – Untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap tersedia, sekaligus mengantisipasi kenaikan harga barang yang dilakukan secara sepihak oleh pelaku usaha atau pedagang, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku diminta, secara masif memantau harga bahan pokok di pasaran.

Menurut Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, menyikapi kon­disi saat ini di pusat-pusat kebutuhan masyarakat yang sewaktu-waktu dapat mengalami kenaikan harga, atau bahkan terjadi kekosongan bahan pokok, maka Disperindag secara kontijuw memantau kondisi pasar, dan jika perlu melakukan operasi pasar.

“Saya selaku pimpinan dewan meminta, kepada OPD terkait dalam hal ini Disperindag untuk secara terus-menerus memantau kondisi di pasar,” jelas Wattimury kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang, Ambon, Selasa (31/3).

Menyikapi kondisi saat ini, pimpinan DPRD sudah terjun langsung ke pasar dan mengecak ketersediaan bahan pokok. Dari hasil tersebut belum terdapat kelangkaan, tetapi itu bukan berarti tidak hati-hati,  namun selalu menjaga supaya jangan sampai terjadi kelangkaan.

Menurutnya, pemantau tersebut perlu dilakukan, jangan sampai ter­jadi peningkatan harga karena situ­asi masyarakat saat ini. Jika perlu, Disperindag Maluku melaku­kan ope­rasi pasar supaya menjaga stabi­litas harga sembako, sekaligus men­jaga ketersediaan sembako da­lam memenuhi kebutuhan masya­rakat.

Baca Juga: Pengawasan Lemah, Pembatasan Penumpang Angkot tak Berjalan

“Kerena  itu persoalan sembako ada­lah salah satu yang mesti dianti­sipasi. Oleh karena itu saya juga meminta OPD-OPD yang ada, ter­utama Disperindag untuk melakukan operasi pasar dalam rangka tertibnya harga sembako,” tegas­nya.

Selain itu, DPRD juga meminta Disperindag juga mencegah jangan sampai terjadi penumpukan sem­bako pada tempat tertentu, atau pada orang-orang tertentu karena jika itu terjadi akan menimbulkan kelangkaan bagi masyarakat.

“Ini sangat berbahanya kalau perlu kepada OPD bekerja sama dengan pihak kepolisian  bersama-sama melakukan sidak ke lapangan,” tambahnya.

Dengan demikian, tambah Watti­mury, segala kemungkinan yang dapat berdampak pada kondisi sosial dapat teratasi sejak dini de­ngan cara yang lebih baik dan terarah. (Mg-4)