AMBON, Siwalimanews – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon mengklaim kesadaran warga Kota Ambon tentang pentingnya tertib parkir sudah membaik. Sembilan puluh persen masyarakat Kota Ambon mulai sadar tentang pentingnya tertib parkir.

“Kesadaran masyarakat itu sudah diatas 90 persen. Sekarang sudah mulai tertib,” kata Plt Kepala Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette kepada Siwalima di Balai Kota Ambon, Selasa (20/10).

Di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon yang rawan dengan parkir inap sekarang sudah mulai bersih. Jarang ditemukan kendaraan roda empat di jalan-jalan. “la kalau lihat malam hari kan sudah kosong,” ungkap Sapulette.

Menurutnya, dengan kesadaran akan parkir inap yang sudah ada ini, justru estetika Kota Ambon lebih terlihat sempurna. Pasalnya sudah tak terlihat lagi mobil roda empat yang di badan-badan jalan.

Dishub tambah Sapulette, dengan pendekatan penerapan sanksi, kesadaran masyarakat meningkat. Jika masih kelihatan satu atau dua kendaraan yang parkir di badan jalan itu merupakan faktor ketidaktahuan pemilik kendaraan tersebut.

Baca Juga: Arman: Tak ada Progres Pembangunan Proyek Dermaga Ferry Wailei

“Pendekatannya, penerapan sanksi menjadikan masyarakat sadar. Jadi harus tegas dengan penerapan sanksi. Penggembokkan dan bayar 500.000 itu. Kalau pun memang ada satu dua, itu memang dari luar daerah yang baru datang ke Ambon, atau asyik sampai lupa masukan kendaraan ke garasi,” ujar Sapulette.

Disinggung menyangkut langkah selanjutnya penerapan sanksi kepada kendaraan roda dua, Sapulette mengatakan setelah tertib kendaraan roda empat, akan dilanjutkan ke roda dua.

“Untuk roda dua sendiri sampai saat ini belum ada penindakan. Belum ada untuk roda dua yang penting kita atur roda empat sudah tertib, kita akan berpindah nanti ke roda dua,” janji Sapulette.

Tak Ada Lagi Parkir Inap

Seperti diberitakan sebelumnya, jika selama masa pandemi Covid-19 banyak ditemukan parkir inap di sejumlah ruas jalan di Kota Ambon, kini setelah pemberlakuan pembatasan sosial bersakala besar (PSBB) hingga memasuki PSBB transisi tahap IV tidak lagi ditemukan parkir inap di jalan.

Warga Kota Ambon kini mulai sadar, sehingga tidak lagi ditemukan pelanggaran parkir inap. Hal itu diungkapkan  Kabag Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Ambon, Neles Pattiwaelapia kepada wartawan di ruang kerjanya Jumat (4/9).

Menurutnya, memasuki PSBB transisi tahap IV ini kesadaran masyarakat untuk tidak memakirkan kendaraan di badan jalan mulai tinggi.

“Sekarang, hampir semua ruas jalan itu sulit ditemukan kendaraan yang parkir. Jadi mungkin satu hari itu kami hanya dapat cuman 2,3 kendaraan saja, Itu pun kendaraan-kendaraan bukan karena parkir semalaman, melainkan karna keadaan tertentu (insidentil),” kata Pattiwaelapia. (Mg-6)