AMBON, Siwalimanews – Kendatipun Pemkot Ambon menghimbau warga untuk rajin mencuci tangan, sebagai upaya mencegah penyebaran virus Covid-19, namun sayangnya fasilitas cuci tangan di Terminal Mardika belum disediakan.

Anggota DPRD Kota Ambon Jusuf Wally meminta, Dinas Perhubungan (Dishub) membangun fasilitas cuci tangan bagi pedagang maupun masyarakat di sekitar wilayah Terminal Mardika.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon mengatakan, sejak mewabahnya virus corona atau COVID-19 di Kota Ambon, berbagai upaya dilakukan untuk menekan penyebarannya, salah satunya harus ada fasilitas cuci tangan  dan  menggunakan masker.

“Harus ada fasilitas pencuci tangan sehingga bisa memutus mata rantai penyebaran covid,” jelasnya.

Menurutnya, Dishub Kota Ambon perlu untuk memfasilitasi masyarakat tempat mencuci tangan di terminal yaitu, bagi penumpang yang akan naik angkot dari dalam terminal.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Akui Masih Ada Sholat Berjamaah di Masjid

“Untuk sopir angkot perlu mengingatkan penumpang yang akan naik angkot agar mencuci tangan terlebih dahulu dan gunakan masker. Hal ini sangat penting guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun saat meninjau di terminal ditemukan masih banyak penumpang tidak menggunakan masker,” katanya.

menurutnya, penumpang yang akan naik keangkot duduk saling bersebelahan perlu memiliki kesadaran sendiri, walaupun Pemkot Ambon telah mengeluarkan himbauan satu angkot berisi 6 orang, dan kewajiban memakai masker. Hal ini perlu pengawasan dari petugas agar semua angkot tidak lagi mengangkut penumpang diluar terminal.

“Untuk tempat cuci tangan dapat dilakukan pada WC umum dekat angkot Passo dan Waiheru di terminal B, atau pada angkot Gunung Nona dan yang lainnnya di Terminal A. Sehingga Dishub kota Ambon perlu menyediakan fasilitas alat cuci tangan didepan terminal, sebelum penumpang naik angkot perlu cuci tangan dan tidak lupa memakai masker,” tuturnya.

Anjuran lainnya, seperti tetap tinggal di dalam rumah, menjaga jarak antar manusia, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Selain itu, tambahnya, pentingnya physical distancing pengemudi angkot atau taksi online. Hal ini butuh kesadaran masyarakat. (Mg-5)