AMBON, Siwalimanews – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para sopir angkot akhirnya membuahkan hasil, walaupun belum mendapatkan kepastian kapan para pedagang ini ditertibkan.

“Kita ijinkan sopir angkot untuk memakai jalur atas atau tak masuk ke dalam terminal, sampai pada para pedagang ditertibkan,” ucap  Kadis Perhubungan Roby Sapulette didepan para perwakilan sopir angkot serta ketua dan wakil ketua komisi III di ruang sidang utama Baileo Rakyat Belakang Soya, Senin (28/9).

Dikatakan, pihaknya memberikan ijin kepada para sopir angkot tak masuk terminal dikarenakan belum adanya penertiban terhadap para pedagang. Jika nantinya para pedagang telah ditertibkan, maka angkot akan kembali masuk kedalam terminal seperti biasa.

Sementara itu, Kasatpol PP Josy Loppies menjelaskan, jumlah pedagang di Pasar Mardika ribuan orang, sementara anggotanya yang bertugas disana hanya 10-15 orang, tak sebanding dengan jumlah pedagang, sehingga tak bisa berbuat apa-apa.

“Kita sudah bersama-sama dengan Disperindag, TNI/Polri untuk himbau para pedagang pindah ke Pasar Transit Passo dan Pasar Oleh-oleh yang disediakan pemkot, namun sampai saat ini mereka belum miliki kesadaran untuk pindah,” ungkap Loppies.

Baca Juga: Golkar Minta Penjabat Bupati Pertimbangkan Rencana Perombakan Birokrasi

Menurutnya, untuk pendekatan dengan para pedagang ini, mereka tak diperbolehkan menggunakan kekerasan, sebab jika dipaksakan ditakutkan akan kembali muncul masalah yang baru lagi.

“Saya belum yakin minggu ini kita tertibkan, sebab itu butuh koordinasi, karena ini manusia banyak kita harus sampaikan secara baik-baik. Kita mau Disperindag undang para pedagang baru kita ambil langkah, jika kita gunakan emosi nanti hal baru terjadi dan itu lebih rumit lagi,” ucapnya.

Nantinya jika, pemkot telah memagari areal itu dengan senk, maka pihaknya siap menertibkan para pedagang.

Ketua Komisi III Jhony Wattimena pada kesempatan itu, mengharapkan agar pihak disperindag hadir bersama untuk dapat mengatur para pedagang yang berjualan dibadan jalan.

“Kita juga berterimah kasih karena para sopir angkot bisa datang ke DPRD untuk sampaikan kondisi real yang terjadi di seputar terminal,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan pedagang dan pengaturannya ada pada Disperindag, namun ketidakhadiran pihak-pihak tersebut sangat disesalinya

“Lapak yang ada mulai dari terminal sampai ke sepanjang jalan keluar terminal itu nanti kita rampungkan dalam rapat bersama dengan Satpol PP, Dishub dan Disperindag bahkan kita juga akan libatkan pihak PU,” janjinya.

Ia berharap, dalam proses revitlasisi pasar, membutuhkan waktu untuk menatanya, namun diharapkan kebijakan Pemkot Ambon dapat berpihak kepada rakyat. Usai mendengar penjelasan dari Kadishub dan Kasatpol PP serta Ketua Komisi III, sekitar pukul 14.30 WIT, puluhan sopir tersebut kemudian membubarkan diri dengan aman dan tertib. (Mg-5)