Dishub Ancam tak Keluarkan Izin Berlayar

Tak Miliki Alat Keselamatan

AMBON, Siwalimanews – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon mengancam tak akan mengeluarkan izin berlayar kepada  pengusaha speedboat atau perahu motor cepat yang tidak menyiapkan alat kelengkapan keselamatan dalam beroperasi guna mengantisipasi kecelakaan di laut.

Plt Kadis Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette mengakui, hampir sebagian besar speedboat di Kota Ambon tidak memiliki alat kesela­matan, sehingga kedepan pihaknya akan ketat mengawasi, dan jika kedapatan speedboat tidak menggunakan alat keselamatan berupa life jaket maupun perleng­kapan lainnya, maka Dishub tidak akan mengeluarkan izin berlayar.

Kata Sapulette, Jasa Raharja serta Kesyahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) telah membe­rikan bantuan alat keselamatan bagi speedboat namun ternyata tidak digunakan.

“Memang speedboat yang ada di Kota Ambon, semuanya tak ada alat kelengkapan keselamatan. Padahal Jasa Raharja dan KSOP sudah memberikan bantuan namun tak digunakan. Oleh karena itu, tahun depan untuk pengusaha yang mau mendapatkan izin mereka harus menyiapkan alat keselama­tan,”tandas Sapulette kepada Siwalima di Balai Kota Ambon, Kamis (7/11).

Ia menjelaskan, jika melihat kondisi speedboat yang ada di Kota Ambon, hampir seluruh body sangat tak layak.

Menurutnya, pada awal tahun lalu pihaknya pernah melakukan sosialisasi kepada pengusaha speadboad terkait dengan properti yang layak dan dapat menaruh alat keselamatan.

“Kalau dilihat dari kondisi speadboad kita memang sangat tak layak, dan kita sudah sam­paikan properti speadboad yang layak, namun hingga saat ini belum ada pengajuan,”cetusnya.

Pemprov Maluku meminta, Dishub Kota Ambon maupun kabupaten lainnya untuk memberikan tindakan tegas bagi speedboat yang tidak menggunakan alat keselamatan.

“Kita masih kasih kesempatan sampai dengan akhir bulan Oktober, kalau tidak kita akan menindak tegas,” jelas Kadis Perhubungan Maluku, Frans Johanes Papilaya kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (7/10).

Menurutnya, Gubernur Maluku, Murad Ismail telah menyurati secara resmi kepada pemerintah kabupa¬ten/ kota dan dimintakan untuk segera membalas surat tersebut sebagai bentuk tindak­lanjut, namun kenyataan speedboat tidak juga ditindak.

Dijelaskan, kebijakan menyurati pemkot dan kabupaten lainnya ini semata-mata ingin melindungi masya­rakat dari masalah ben­cana yang bisa terjadi khusus untuk transportasi laut.

“Jadi kita ingin agar setiap speedboat yang beroperasi harus dilengkapi dengan alat-alat keselamatan sehingga aman bagi penguna atau masyarakat yang akan menggunakannya,” ujar Papilaya.

Untuk itu sangat diharapkan kepada seluruh pemilik speedboat yang setiap hari beroperasi harus dilengkapi dengan alat keselamatan.

“Kenapa karena life jaket dan pelampung ini dapat menolong penimpang sewaktu-waktu terjadi kecelakaan. Jadi keamanan dan keselamatan pengguna transportasi laut khususnya speedboat di Provinsi Maluku,” tandasnya.

Gubernur Minta

Minimnya ketersediaan alat-alat keselamatan khusus alat trans­portasi speedboat menjadi atensi Gubernur Maluku, Murad Ismail. Orang nomor satu di Maluku ini menghimbau kepada pemilik speedboat untuk menyediakan alat-alat keselamatan karena penting untuk kepentingan berlayar.

“Saya amati selama ini tidak pernah ada pelampung, padahal alat-alat keselamatan ini menjadi persyaratan kepada semua pemilik speed boat sebagai alat kesela­matan,” ujar Gubernur kepada wartawa usai peri­ngatan Hari Perhubungan Nasional tahun 2019 yang dipusatkan di Pelabu­han Yos Sudarso Ambon, Selasa (17/9).

Menurutnya, kondisi geografis Maluku yang terdiri dari pulau-pulau setiap transportasi laut harus dilengkapi alat keselamatan. Khusus speedboat, alat keselamatan harus sesuai jumlah tempat duduk penum­pang. “Jadi kalau kapasitas tempat duduk penumpang 10 orang, ya, pelampung misalnya harus 10. Itu persyaratan,” jelas Gubernur. (S-40)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *