Dinsos Santuni 19 Korban Meninggal Gempa Maluku

AMBON Siwalimanews – Dinas Sosial Provinsi Maluku telah menyantuni 19 korban gempa Maluku dari jumlah 41 korban yang meninggal pada tiga wilayah terdampak akibat gempa bumi yang menguncang Maluku pada 26 September lalu.

Kadis Sosial Provinsi Maluku Sartono Pinning meyebutkan, sesuai dengan data terakhir BPBD Maluku mencatat, jumlah korban meninggal dunia dari Kota Ambon sebanyak 12 orang, Kabupaten Maluku Tengah 17 orang dan Kabupaten SBB 12 orang.

Pinning kepada Siwalima di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Maluku menjelaskan, keterlamba­tan pencapaian santunan karena administrasi yang belum lengkap.

“Belum semua menerima santunan, karena administrasi yang menjadi syarat belum terpenuhi sehingga baru 19 korban meninggal diberikan santunan, sisanya belum,” katanya.

Menurutnya, Pemprov Maluku melalui dinas sosial bertekat untuk menyelesaikan di pertengahan bulan November.

“Target kita 41 korban meninggal dunia akibat gempa diselesaikan di pertengahan bulan November, namun semua tergantung dari kelengkapan administrasi yang dimasukan,” tandasnya.

Pengungsi Perhatian

Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo dalam kunjungan kerjanya ke Ambon menaruh perhatian besar kepada pengungsi korban gempa bumi bermagnitudo 6,8 SR.

Pantauan Siwalima di lokasi pengungsian kompleks kampus Universitas Darussalam (Unidar) di Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Malteng Selasa (29/10), Presiden dan Ibu Negara meninjau langsung posko pengungsi.

Presiden didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan kepala BNPB Doni Monardo serta Gubernur Maluku Murad Ismail. Rombongan Presiden tiba di lokasi pengung­sian, sekitar pukul 09.00 WIT dan disambut Bupati Maluku Tengah, Abdullah Tuasikal.

Kondisi korban gempa menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan Presiden berjanji akan mempercepat proses pembangunan rumah bagi korban gempa baik  rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat.

ada sekitar 12.137 unit rumah yang rusak akibat gempa Maluku. Rinciannya, 2.712 unit rumah rusak berat, 3.317 unit rumah rusak sedang, dan 6.108 unit rumah rusak ringan.

“Laporan tadi malam yang saya terima dari pak gubernur dan dari pak Kepala BNPB ada kurang lebih 12 ribu lebih rumah yang rusak berat, rusak ringan dan rusak sedang,” ujar Presiden.

Dijelaskan, anggaran di Kementerian PUPR dan di BNPB telah dialokasikan untuk perbai­kan rumah-rumah tersebut dan akan segera disalurkan setelah menjalani sejumlah prosedur.

Adapun besaran bantuan untuk perbaikan rumah warga tersebut yakni Rp.50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan. Presiden mengatakan jumlah tersebut sama seperti yang diberikan di daerah terdampak gempa lainnya.

Presiden juga meminta jajaran pemerintahan di daerah seperti camat dan lurah turut memantau dan mengawasi anggaran tersebut. Terutama mengingat anggaran tersebut akan langsung diberikan kepada masyarakat terdampak gempa.

Untuk pembangunan rumah, Presiden juga berharap  agar masyarakat membangun rumah dengan konsep rumah tahan gempa seperti halnya yang dilakukan warga di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Untuk itu, pembangunan konstruksi rumah warga akan diarahkan langsung oleh Kemen­terian (PUPR. Ada macam-macam, ada yang pakai beton, ada yang sistem Risha ada, jadi kalau ada gempa itu yang goyang hanya konstruksinya tetapi dinding dan lainnya tetap utuh. Saya kira kita harus mengikuti itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelum memberikan sambutan, presiden terlebih dahulu mengunjunggi pasien dan korban gempa di Rumah Sakit Ishak Umarella. Ada sejumlah tenda yang dikunjungi mulai dari tenda anak-anak, perempuan dan juga tempat persalinan.

Usai kunjungi lokasi rumah sakit, dilanjukan dengan meninjau pembenihan ikan milik Sekolah Usaha Perikanan Menangah (SUPM) dan tanaman hias. Selanjutnya mengunjunggi anak-anak di lokasi trauma healing dan terakhir bertatap muka dengan masyarakat korban gempa.

Usai kunjungi lokasi pengung­sian, rombongan presiden kembali ke Bandara Internasional Pattimura sekitar pukul 10.30 WIT untuk melanjutkan perjalanan ke Palu Provinsi Sulawesi Tengah. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *