AMBON, Siwalimanews – Kendati angka terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat, tapi Dinas Kesehatan (Dinkes) optimis Kota Ambon keluar dari zona merah. Hal itu diungkapkan Kadis Kesehatan Kota Ambon, Wendy Pelupessy  kepada Siwalima di Balai Kota Kamis (10/9).

Pelupessy optimis Kota Ambon dapat keluar dari Zona Merah dan dapat memasuki zona orange. Ia ber­alasan jumlah angka kesembuhan mulai meningkat meskipun banyak angka terkonfirmasi semakin naik.

Menurutnya, angka terpapar terus meningkat dikarenakan langkah tracing yang terus dilakukan guna me­mu­tus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon. “Prediksi dari angka ini masih tinggi, artinya positif radenya masih tinggi dengan hasil konfirmasi. Tapi disatu sisi kita bersyukur dengan banyaknya hasil positif mempercepat putus mata rantai. Jadi kami tidak tinggal diam,” katanya.

Ia mengungkapkan, Pemkot tidak tinggal diam, sebab jika itu dilakukan akan terjadi fenomena gunung es, dimana hanya satu atau dua orang kelihatan terpapar, namun 100 dian­taranya tidak dapat terdeteksi de­ngan cepat, sehingga tidak mampu memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Ambon.

“Oleh karena itu anjuran peme­rintah soal 3T yakni tracking, testing dan treatmen harus diberla­kukan dan kami petugas kesehatan sampai sekarang berpedoman pada 3T tersebut,” jelas Pelupessy.

Baca Juga: Ampera Demo Bela Pejabat dan Anggota DPRD Joget 

Menyoal tentang apakah dinas kesehatan telah maksimal dalam menjalankan tanggung jawab di lapangan, Pelupessy mengakui pihaknya telah melaksankan tugas dengan maksimal.

Menyangkut langkah tracking tracing terhadap sejumlah keluarga dari ASN yang terpapar, Pelupessy menambahkan seluruh keluarga yang kontak dekat dari para ASN terpapar telah dilakukan tracking tracing terhadap, sehingga memper­cepat pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

95 ASN Pemkot Sembuh

95 ASN pemokot yang terpapar sudah sembuh. Setelah sebelumnya sebanyak 114 ASN terpapar kini 95 diantaranya telah sembuh dan di­kembalikan ke rumah masing-masing.

“95 pasien sembuh, dari 114,” tandasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait dengan dinas mana saja dirinya tak mau men­jelaskan dari dinas mana saja pasien yang sembuh tersebut. (Mg-6)