Dinkes Harus Kerja Keras Turunkan Angka HIV/AIDS

AMBON, Siwalimanews – Komisi I DPRD Kota Ambon meminta kepada Dinas Kesehatan Kota untuk bisa bekerja keras, agar angka pengidap HIV/AIDS di Kota Ambon dapat diturunkan.

Anggota Komisi I DPRD Kota Ambon, Cristianto Laturiuw mengatakan, Dinkes betul-betul mengidentifikasi permasalahan dari HIV/AIDS.

Menurutnya, langkah pencega­han ini bukan semata-mata karena kita memberikan sosialisasi dan memberikan saran kepada masyarat saja. Namun harus melihat dari akar penyebab dari proses pengidap HIV/AIDS.

“Dinskes harus melihat akar ma­salah penyebab HIV/AIDS, sehing­ga langkah pencegahan yang akan dilakukan betul-betul terarah dan menjadi jelas, karena ada banyak hal yang menjadi penyebab utama timbulnya kasus ini,” kata Laturiuw kepada wartawan di Baileo Rakyat Belakang Soya, Kamis (5/12).

Menurutnya,  tahun 2030 merupa­kan tahun dimana Kota Ambon harus bebas dari HIV/AIDS. Itu adalah target dari pemerintah. Oleh karena itu, Dinkes harus bekerja keras melakukan berbagai hal agar target mereka bisa dicapai.

“Yang terpenting itu, langkah-langkah pencegahan yang harus dilakukan. Jika itu sudah dilakukan tak perlu tunggu sampai 2030, tahun-tahun kedepan angka HIV/AIDS harus bisa turun bahkan biar perlu sampai nol,”ujarnya.

Ia mengatakan, Dinkes perlu melakukan kerjasama dengan Trans­migrasi, sebab Kota Ambon adalah pusat kota, dimana banyak warga pendatang ke Kota Ambon yang perlu ditelusuri jangan sampai itu juga salah satu penyebabnya.

“Perlu ada kerja sama dengan bagian transmigrasi, karena di Ambon inikan banyak pendatang. Kalau bilang angka kita tinggi, yang men­jadi pertanyaan apakah itu warga Kota Ambon atau bukan. Maka dari itu, harus ada kerja sama, sehingga dipintu-pintu masuknya transmi­grasi bisa melakukan pemeriksa­an,” jelasnya.

Ketika ditanya apakah Dinskes perlu membentuk tim, ia mengatakan jika mereka mengalami kesulitan un­tuk menurunkan angka HIV/AIDS, maka mereka bisa membuat tim.

Penyuka Sesama Jenis

Seperti diberitakan sebelumnya, Data Dinas Kesehatan Kota Ambon menyebutkan, pengidap HIV atau virus yang merusak sistim kekebalan tubuh didominasi penyuka sesama jenis atau lelaki seks lelaki (LSL) dan ibu hamil.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, Wendy Pelupessy ke­pada wartawan Rabu (4/12) me­nga­takan, untuk Kota Ambon periode Januari-Oktober 2019, terdapat 147 ka­sus baru untuk HIV, dan 39 kasus baru untuk AIDS.

Jumlah ini mengalami penurunan dibandingkan 2017 dan 2018, dimana untuk tahun 2017 terdapat 168 ka­sus HIV dan 37 kasus AIDS, dan ta­hun 2018  tercatat 252 kasus HIV dan 34 kasus AIDS.

Menurut Pelupessy, dari 147 kasus, pihaknya sudah mencurigai sejumlah kelompok atau populasi sesuai fenomena gunung es. Untuk populasi masyarakat yang terjangkit kasus HIV ditemui LSL, waria, wa­nita pekerja seksual (WPS), dan ibu hamil. Rentang usia kelompok ini rata-rata 14-50 tahun ke atas. (S-40) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *