NAMROLE, Siwalimanews – Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bursel dibawah kepemimpinan Lukman Soulisa, terkesan membiarkan sampah berserakan di Kota Namrole, terutama di kawasan Pasar Kai Wait.

Padahal, saat ini Bupati Safitri Malik Soulisa dan Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily gencar-gencarnya menata Kota Namrole, namun kehadiran sampah ini sudah memangkas keindahan kota.

Sampah yang berserakan di Pasar Kai Wait ini telah membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat Namrole yang datang berbelanja maupun bagi para pedagang di lokasi tersebut.

“Sangat mengganggu, ini tempat jualan makanan untuk masyarakat bukan tempat jualan sampah,” tandas Wa Ningsi, pedagang ikan kepada Siwalimanews di Pasar Kai Wait yang merasa terganggu dengan tumpukan sampah-sampah itu, Rabu (12/1).

Sampah-sampah ini menurutnya, sudah tidak dibersihkan lebih dari beberapa hari, sehingga menimbulkan bau busuk dan menggangu indra penciuman para pedagang dan pembeli.

Baca Juga: DPRD akan Fokus Awasi Proyek Tahun 2021

“Sangat bau busuk, karena tak diangkat beberapa hari. Ini bisa membawa penyakit bagi kita yang beraktivitas di pasar. Kami sudah sempat melaporkan ke pihak Satpol PP untuk dilaporkan ke Bupati Bursel,” tandasnya.

Kendati bau busuk sampah terus menyengat, namun Wa Ningsi dan sejumlah pedagang terus bertahan untuk berjualan demi memenuhi kehidupan keluarga.

“Mau bagaimana lagi pak, kalau kita tidak jualan keluarga mau makan apa? Apalagi kondisi susah seperti sekarang. Jualan di depan jalan dilarang dan disuruh ke sini, sekarang disini, tempatnya sangat tidak nyaman. Serba salah kita pedagang ini,” ucapnya.

Ia berharap, Bupati yang adalah seorang wanita bisa tergerak hatinya untuk melihat hal-hal seperti ini, dan tidak lepas tangan melihat kondisi kesehatan masyarakatnya yang mulai terancam.

“Kami minta ibu Bupati dan pak Wakil Bupati bisa melihat langsung kondisi sampah-sampah ini, dan menginstruksikan kepada pihak-pihak terkait untuk membersihkannya. Kalau pemerintah sudah tidak peduli dengan masyarakat lalu kemana lagi kita harus mengadu,” cetusnya.

Sampah bukan hanya menjadi masalah bagi kesehatan warga di Kota Namrole saja, namun di lokasi tempat pembuangan akhir di Dusun Wamsoba, sampah juga kini semakin meresahkan masyarakat.

Pasalnya, saat ini sampah tidak lagi dibuang dilahan yang disediakan pemerintah, namun sudah dibuang di jalan-jalan raya dan lahan masyarakat.

“Sampah yang dibuang di TPA semakin menggila, sekarang saja sampah tidak dibuang di area pembuangan, tapi langsung ditumpahkan di jalan-jalan raya menuju TPA,” ujar warga Dusun setempat Robi Nurlatu kepada wartawan, Rabu (12/1).

Menurut Nurlatu, masalah ini sudah dikeluhkan beberapa waktu lalu, namun Dinas Lingkungan Hidup terkesan cuek dan tidak pernah menggubrisnya. Padahal pembuangan sampah di jalan raya dan lahan warga sangat mengganggu aktivitas masyarakat yang melewati jalan tersebut maupun yang melakukan aktivitas bertani di sekitar area TPA.

“Kadis LH, Lukman Solissa tidak mampu mengurus sampah, kalau pimpinannya sudah tidak bisa kerja untuk membangun daerah ini, sebaiknya ibu Bupati mencopotnya dan menggantikan dengan orang lain yang dinilai mampu dan mendukung program dan kebijakan pembangunan Kabupaten Bursel,” usulnya.

Ditempat terpisah, Kadis Lingkungan Hidup Lukman Soulisa yang di konfirmasi Siwalimanews melalui pesan Whatsapp berjanji, akan segera membersihkan sampah-sampah yang ada di Pasar Kai Wait.

“Nanti sore atau malam baru kita angkat, soalnya jalan tempat kendaraan masuk sudah ditutupi oleh pedagang. Sekarang semua sopir angkat sampah saya panggil ke kantor,” janjinya.

“Kami tidak bisa usir pedagang kaki lima sekarang untuk angkat sampah soalnya ini hari pasar dan pasti banyak sampah,” tambah Lukman.

Sedangkan sampah yang bertebaran di lahan masyarakat dan jalan-jalan raya menuju TPA, Lukman mengaku, telah telah mengirim alat untuk membersihkan sampah-sampah tersebut.

“Kalau di Wamsoba ini alat sudah naik untuk lakukan pembersihan,” tandas Lukman. (S-35)