AMBON, Siwalimanews – Pelaksanaan Musda IX DPD Partai Golkar Kota Ambon yang berlangsung sejak 9-10 September ternyata tak membuahkan hasil sesuai harapan sebagian besar kader, alhasil musda tersebut deadlock dan ditarik ke DPD Golkar Maluku.

Sejak awal jalannya musda telah diwarnai dengan perdebatan terkait dengan hasil kerja dari steering commitee, dimana kubu kandidat yang dinyatakan tak lolos yakni Elly Toisuta tidak dapat menerima hasil kerja steering commitee yang hanya meloloskan Max Siahay sebagai calon yang memenuhi dukungan 30 persen.

Sekretaris steering commitee, Frets Kerlely kepada wartawan, Jumat (11/9) menegaskan, dinamika yang terjadi sudah berada diluar kewenangan steering commitee dan sepenuhnya berada dalam tanggung jawab pimpinan musda dalam hal ini Yusri AK Mahedar.

“Kalau soal dinamika itu sudah bukan wewenang steering commitee, tapi murni pimpinan musda,” ungkap Kerlely.

Menurutnya, dinamika yang terjadi sebagai akibat dari pimpinan musda yang ingin menangkap dinamika, namun justru bias dan tidak terkontrol.

Baca Juga: DPRD Setujui Ranperda LPJ APBD 2019 dengan Sejumlah Catatan

Persoalan yang terjadi berawal dari kesepakatan kandidat dengan pimpinan musda yang menginginkan kembali dilakukan verifikasi tentang pemegang hak suara.

Padahal berdasarkan Juklak DPP Nomor 02 tahun 2020 yang melakukan verifikasi berkas yaitu steering commite, namun akibat dari pimpinan musda kembali membuat seluruh berkas yang dilakukan steering commitee harus diverifikasi ulang, sehingga munculah dualisme dukungan.

Salah satu bentuk dualisme dukungan berasal dari dewan penasehat, yang memang tidak masuk dalam verifikasi faktual berkas yang ditutup pada 29 Agustus, tetapi baru masuk setelah proses penutupan.

Atas dinamika yang tidak terkontrol oleh pimpinan musda mengakibatkan Musda IX DPD Partai Golkar Kota Ambon harus diskorsing untuk waktu yang tidak ditentukan. (Cr-2)