Dilaporkan Korupsi ADD-DD, Pemdes Sehati Panik

MASOHI, Siwalimanews – Pemerintah Negeri Sehati, Kecamatan Amahai, Kabupaten Malteng panik setelah dilaporkan warga ke Kejati Maluku terkait dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Pasca dilaporkan, terlihat beberapa orang sibuk melapisi pagar kantor desa dengan air semen pada Jumat (10/1) lalu. Diduga pekerjaan ini tidak dilakukan saat pemba­ngunan pagar tahun 2019.

“Memang jumat lalu mereka mulai tampak sibuk melaburi pagar dengan air semen, padahal harusnya dipla­mir. kami duga ini bagian dari pola untuk menutupi temuan dari Item kegiatan pembangunan pagar yang tidak pernah dilakukan sebelumnya” tandas Librek Sopacua, Tokoh Mas­yarakat Negeri Sehati, kepada wartawan di Masohi, Senin (13/1) sembari menunjukan foto pemo­lesan pagar kantor Desa Sehati itu.

Ia meminta Kejati Maluku segera menindaklanjuti laporan dugaan korupsi ADD dan DD Sehati.

“Kami harap Kejati Maluku segera menindaklanjuti laporan itu, sehingga para perampok ADD dan DD Sehati dapat segera dipen­jarakan,” ujar Sopacua.

Sementara Asintel Kejati Maluku, Muhammad Iwa Pribawa yang dikonfirmasi mengatakan, laporan  dugaan korupsi ADD dan DD Negeri Administratif Sehati akan ditindaklanjuti.

“Nanti ditelaah dulu, hasilnya apakah nanti ditangani oleh Kejati Maluku atau dikembalikan ke Kejari Malteng sebagai wilayah hukum,” ujarnya singkat.

Lapor Kejati

Seperti diberitakan, Kejari Mal­teng diduga mendiamkan laporan kasus dugaan korupsi ADD dan DD Negeri Administratif Sehati, Ke­camatan Amahai.

Sejak dilaporkan tahun 2016 lalu, kasus dugaan korupsi tahun anggaran 2016, 2017 dan 2018 yang diduga merugikan negara ratusan juta rupiah itu,  tidak pernah ditin­daklanjuti oleh Kejari Malteng.

“Awalnya kasus dugaan korupsi ADD-DD Negeri Administratif Sehati kami laporkan di Kejari Malteng, namun karena tidak pernah ditindaklanjuti, makanya kembali kami laporkan kasus ini ke Kejati Maluku,” kata salah satu warga Negeri Sehati, Librek Sopacua ke­pada wartawan di Ambon, Rabu (8/1).

Sopacua berharap, dengan dilaporkannya kasus dugaan korupsi DD-ADD Negeri Administratif Sehati dapat ditindaklanjuti oleh Kejati Maluku. Sehingga kasus ini, secepatnya dituntaskan dan pihak-pihak yang diduga terlibat bisa dijerat.

“Kami berharap agar kasus ini bisa dituntaskan, sehingga pihak-pihak yang diduga terlibat dapat dijerat dalam kasus tersebut,” ujarnya.

Sopacua mengatakan, tindak pidana korupsi ADD-DD Administratif Negeri Sehati yang diduga dilakukan oleh kepala desa Markus Wattimena bersama sejumlah staf­nya terjadi dalam sejumlah item kegiatan.

Ia menyebutkan item kegiatan itu diantaranya, pengadaan bibit ayam kampung Rp 13,250 juta, pengadaan kelengkapan PPK Rp 20 juta, pembangunan saluran air pem­buangan 50 meter senilai Rp 148,798 juta, proyek jalan usaha tani Rp 9,500 juta dan pembangunan 5 unit rumah tak layak huni Rp 75 juta.

Selain itu di tahun 2018, terdapat sejumlah item kegiatan yang ang­garannya diduga dikorupsi yakni pembangunan jalan usaha tani Rp 198 juta, pekerjaan timbunan sirtu 460 M3 sebesar Rp 92 juta dan sewa walls Rp 9,500 juta.  “Sebagian besar item kegiatan sebagaimana tertera dalam RAB Desa Sehati tidak dikerjakan,” tandas Sopacua.  (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *