AMBON, Siwalimanews – Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon, Senin (22/11) pagi selama sejam telah menyulap ruas jalan AY Patty menjadi kolom renang.

Mirisnya ruas jalan protokol di Kota Ambon ini menjadi langganan banjir setiap musim hujan, namun sayangnya Pemerintah Provinsi Maluku maupun Kota Ambon terkesan diam-diam saja.

Proyek Drainase sepanjang ruas jalan AY Patty tersebut tam­paknya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Pantauan Siwalima, genangan air terjadi di ruas jalan AY Patty dengan ketinggian air mencapai betis orang dewasa, sehingga air masuk kedalam sejumlah ruko dan toko di kawasan tersebut.

Genangan air yang cukup tinggi juga sempat membuat kemacetan panjang.

Baca Juga: Pihak Ketiga Patok Harga Lapak Hingga 20 Juta

Tasya, karyawan salah satu toko HP dikawasan AY Patty kepada Siwalima menjelaskan, banjir terjadi sekitar pukul 10.00 WIT.

“Hujan dari pagi, kalau yang banjir itu sekitar jam 10 tadi, air lumayan tinggi sampe naik ka trotoar,” ujarnya dengan dialeg Ambon.

Bagitupun asep pedagang asongan dikawasan tersebut mengungkapkan, kawasan AY Patty merupakan langganan banjir setiap Kota Ambom diguyur hujan.

“Disini langganan pa dari dong balom perbaiki got (Drainase) sampe su perbaiki juga tetap sama malah lebe parah,” tandasnya heran.

Hal yang sama juga diungkapkan, Watty, salah satu penjaga toko di kawasan AY Patty mengungkapkan, intensitas hujan yang cukup tinggi sehingga membuat air masuk pada sebagian toko.

“Tadi pagi hujan dengan instensitas cukup tinggi dan kira-kira hanya 20-30 menit saja air sudah ponoh di jalan, bahkan toko kita juga sudah kemasukan air, karena air sudah lewat trotoar,” ucap Watty.

Rina pedagang lainnya juga mengaku, intensitas hujan yang turun cukup deras, bahkan beberapa toko juga kemasukan air, apalagi ditambah dengan kendaraan yang melintas digenang air tersebut, maka sudah pasti toko-toko yang ada disini kemasukan air.

“Karena air sudah melampaui trotoar kendaran yang melintas juga hati-hati dan tidak ngebut, namun tetap saja toko kita keamsukan air, sebab airnya saja sudah lewat trotoar, bahkan beberapa kendaraan yang parkir juga ikut tergenang,” ucapnya.

Hingga saat ini hujan di Kota Ambon sudah reda, genangan air juga berangsur menurun. Aktivitas warga maupun kendaraan lalu lalang terlihat sudah normal.

Para pedagang ini meminta, adanya perhatian serius pemerintah daerah baik Kota Ambon maupun Provinsi Maluku agar lokasi di ruas jalan AY Patty ini bisa diatasi dan tidak lagi tergenang air apalagi jalan AY Patty merupakan ruas jalan utama.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Ambon, Melianus Latuihamallo yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selernya, Senin (22/11) terkait ruas jalan AY Patty yang terus menjadi langganan banjir tetapi tidak diperhatikan Pemerintah Kota Ambon mengungkapkan, itu tanggung jawab Pemerintah Provinsi Maluku.

“Dranaisse itu bukan pengerjaannya Pemkot Ambon yang di kawasan jalan AY Patty. Itu dikerjakan oleh Dinas PUPR Provinsi dengan menggunakan dana SMI, jadi ini merupakan tanggung jawab mereka bukan kami di kota sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis PUPR Pro­vinsi Maluku, Muhamat Mara­sa­bessy yang dikonfirmasi Siwalima beberapa kali, tidak merespons panggilan telepon.

Longsor

Sementara itu, longsor kembali terjadi di Kota Ambon dan menimpah rumah anggota DPRD Kota Ambon, Frederika Latupapua, di Dusun Kayu Putih, Negeri Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Talud rumah setinggi kurang lebih 11 meter ambruk.

“Untuk titik longsor terjadi di Kayu Putih tepatnya di RT 001/04 yakni di rumah keluarga Frederika Latu­papua, dimana talud rumah me­reka longsor kurang lebih 11 meter dan materialnya jatuh menutupi jalan setapak,” jelas Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon, Eva Tuhumury kepada Siwalimanews di lokasi longsor, Senin (21/11).

Material longsor yang jatuh menutupi jalan setapak ini lanjut Tuhumury, cukup mengganggu sebab jalan tersebut merupakan akses utama jalan warga di ling­kungan tersebut dan sekitarnya.

“Saat ini kita dari BPBD bersama pihak Tagana sedang berupaya membersihkan material longsor,” kata Tuhumury..

Sementara untuk tanggap da­ruratnya, pihak BPBD telah mem­berikan bantuan terpal untuk menutupi titik longsor, sehingga tidak membahayakan keselama­tan orang lain.

Selain Longsor, laporan yang masuk ke BPBD Kota Ambon juga yakni, terjadi genangan air yang cukup tinggi di ruas jalan A.Y Patty dan jalan Piere Tandean, kemu­dian di kawasan Galala Hative Kecil yang mengganggu arus kendaraan dan pejalan kaki.

“Genangan air tersebut hanya pada saat hujan, ketika hujan berhenti, genangan air tersebut juga perlahan surut,” tuturnya. (S-45/S-52)