Diduga Tender Pengadaan Mesin Oksigen Hanya Formalitas

Tender Masih Jalan, Alat Sudah Terpasang

DOBO, Siwalimanews – Diduga kuat tender proyek pengadaan mesin oksigen senilai Rp 1,5 miliar milik RSUD Cenderawasih Dobo, hanyalah akal-kalan semata yang dilakukan oleh Kasubag Perencanaan pada RSUD ini

Pasalnya, proyek tersebut masih dalam tahapan lelang dan belum ada penetapan pemenang dalam tender tersebut, namun salah satu perusahaan sudah melakukan pemasangan alat tersebut di salah satu ruangan pada rumah sakit tersebut.

Kasubag perencanaan RSUD Cenderawasih Dobo, Jusman (Ogy) ketika dikonfirmasi Siwalimanews, Senin (11/11) di ruang kerjanya terlihat gugup dan berkelit kalau informasi sudah ada perusahaan yang memasang alat itu tidak benar, sebab bagaimana mungkin, belum ada penetapan pemenang tender, sudah ada perusahan yang memasang alat di ruangnya.

Namun, ketika dijelaskan, pemasangan alat pengolah tersebut dilihat langsung oleh wartawan Siwalimanews, Jusman kemudian mengakuinya.

“Masalah itu sudah dibicarakan dengan pa Hendrik Darakay (mantan Direktur RSUD Dobo), karena perencanaannya ketika itu yang bersangkutan masih pimpin rumah sakit ini,” ujar Jusman.

Menurutnya, pembicaraan dengan mantan Direktur RUSD terkait hal ini, dikarenakan mesin ini dianggap sebagai hal yang mendesak, karena RSUD Cenderawasih Dobo membutuhkan oksigen.

Sementara terkait dengan siapa perusahaan yang sementara memasang alat tersebut Jusman mengaku tidak mengetahui nama perusahannya, hanya orangnya saja yang dikenalnya.

“Saya tidak tahu perusahaan mana yang kerja, hanya orang yang pasang alat itu saya tahu namanya pak Eko dan nomor kontaknya, jadi nanti saya kasah nomornya lalu hubungi saja dia,” ujar Jusman.

Namun saat dikonfirmasi Siwalimanews, Eko mengaku tidak mengetahui bahwa proyek pengadaan alat ini masih dalam proses tender. Kalaupun benar ada tender, maka ia maupun perusahaannya tidak ikut dalam tender pelelangan alat tersebut.

“Oh… kalau itu, saya tidak tahu, bahkan saya tidak ikut dalam pelelangan tender pengadaan mesin tersebut,” tnadas Eko.

Pernyataan Eko tersebut, menambah kuatnya dugaan keterlibatan Kasubag Perencanaan RSUD Dobo, Jusman dalam proyek pengadaan mesin pengolah oksigen senilai RP 1,5 miliar tahun anggaran 2019. (S-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *