Demo Mahasiswa IAIN Dicegat Warga

AMBON, Siwalimanews – Disaat Kota Ambon diterpa gempa dengan kekuatan 6,8 SR mengakibatkan, masyarakat mengungsi, namun mahasiswa justru menggelar aksi demonstrasi. Aksi demo ini, dilakukan mahasiswa IAIN Kamis (26/9).

Ratusan mahasiswa tersebut melakukan long march dari kampus IAIN menuju Gedung DPRD Provinsi Maluku di kawasan Karang Panjang Ambon. Aksi demo ini masih sama yakni menolak RUU KPK, KUHP dan RUU lainnya.

Pantauan Siwalimanews di aksi demo tersebut, terlihat aksi mahasiswa ini dihadang masyarakat. Mahasiswa yang hendak menuju Gedung DPRD dengan melintasi jalan Chr Tiahahu, dicegat masyarakat. Bahkan suasana sempat memanas ketika ada lemparan batu dari masyarakat sekitar ke arah pendemo.

Melihat situasi tersebut, polisi yang mengawal ketat aksi ini minta kepada para pendemo untuk tidak melewati jalan tersebut. Namun lagi lagi, mahasiswa gagal menuju tujuan mereka, sebab ketika hendak menuju DPRD dengan melewati kawasan Belakang Soya dan tiba di kawsan Lin V, aksi mahasiswa lagi lagi dihalangi warga dengan memalangi jalan menggunakan kendaraan, sehingga akses jalan menuju DPRD tertutup.

Robert W warga Belso yang dikonfirmasi Siwalimanews mengungkapkan, masyarakat mengutuk keras tindakan mahasiswa yang dilakukan saat ini, saat Ambon sementara dilanda bencana.

Sebagai mahasiswa seharusnya mereka dapat melihat kondisi yang terjadi saat ini dimana masyarakat sementara trauma dan panik akan gempa yang terjadi. jika mereka tak melihat kondisi Ambon saat ini, sama saja dengan mereka tak beretika.

“Tidak punya otak, ini lagi bencana, masyarakat panik malah demo, pokoknya kami masyarakat menolak, mereka mengatasnamakan masyarakat, masyarakat yang mana. Kita akan tetap hadang mereka, karena di kawasan Karpan itu banyak orang yang mengungsi akibat gempa,” tandasnya.

Karena tidak dapat, mencapai tempat tujuan , akhirnya para mahasiswa ini kembali melakukan long march menuju Lapangan Merdeka Ambon untuk beristirahat. (S-45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *