AMBON, Siwalimanews – Selama pandemi Covid-19, penduduk miskin baru di Maluku bertambah sebanyak 49 ribu orang.

Jumlah itu merupakan warga yang diPHK selama masa pandemi Covid-19 dari kabupaten dan kota.

Hal ini disampaikan Gubernur Maluku, Murad Ismail ketika memberikan arahan kepada pejabat eselon III dan IV yang dilantik di Lantai VII Kantor Gubernur Maluku, Rabu (22/7).

Menurutnya, penambahan orang miskin baru ini sendiri seperti karyawan yang dirumahkan, yang dipecat dan yang kehilangan pekerjaannya.

“Yang pasti mereka sudah kita bantu baik dengan sembako maupun bantuan langsung tunai (BLT),” ujar Gubernur.

Baca Juga: Kapolda Dukung Pembangunan Pastori Gereja Teratai Kasih

Dikatakan, keluarga yang terdampak, sudah diberikan bantuan, selama masa pandemi. Setiap bulan mendapatkan BLT dari pemerintah. “Sudah diberikan 200 ribu/KK setiap bulan selama 9 bulan atau 600 ribu/ tiga bulan, namun mekanismenya ada di kabupaten/kota,” tukasnya.

Selain bertambahnya orang miskin baru, Pemprov Maluku juga mencatat ada enam ribu lebih mahasiswa yang tak bisa kembali ke daerahnya juga ikut terdampak.

“Mereka-mereka ini sudah diberikan bantuan berupa sembako,” jelasnya.

Untuk itu dirinya berharap selama pandemi ini seluruh masyarakat bisa membantu pemerintah untuk sama-sama memutus mata rantai penyebaran.

“Mari kita sama-sama memerangi covid dan memutus mata rantai penyeberannya sehingga kita bisa kembali hidup normal kembali,” harapnya.

Mudah mudahan di masa new normal nanti sudah bisa berjalan karena di Maluku sudah tidak ada lagi zona merah. Yang orange sudah jadi kuning semua.

“Mereka yang dirumahkan bisa kembali keberja, dan perekonomian kembali tumbuh,” tandas Gubernur.

Penduduk Miskin Menurun

Padahal sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku meliris, jumlah penduduk miskin di  Maluku  mengalami penurunan sebanyak 1,3 ribu jiwa, dibandingkan dengan bulan September 2019.

Penduduk miskin di Maluku per Maret 2020 sebanyak 318.18 ribu jiwa atau mengalami penurunan bila dibandingkan September 2019 yang bertengger di angka 319.51 ribu jiwa,” jelas Kepala BPS Provinsi Maluku Asep Riyadi, dalam rilisnya yang diterima Siwalima, Kamis (16/7).

Menurutnya pada bulan Maret 2020 penduduk miskin di Maluku sebesar 17,44 persen, sedangkan di September 2019 lalu sebanyak 17,65 persen. sehingga presentasi untuk penduduk miskin di Maluku mengalami penurunan sebesar 0,21 persen.

“Saat ini penduduk miskin di Maluku 318.18 ribu jiwa atau turun 0,21 persen,” kata Asep.

Sedangkan jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan, pada Maret tahun 2020 sebesar 268.30 ribu jiwa.

“Jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan berkurang 3,1 ribu jiwa dibandingkan dengan September 2019 yang sebesar 271.37 ribu jiwa,” katanya.

Untuk penduduk miskin di perkotaan, jelasnya, pada Maret 2020 tercatat sebanyak 49.89 ribu jiwa.

“Jumlah ini meningkat 1,7 ribu jiwa dibandingkan September 2019 yang menunjukkan angka 48.15 ribu jiwa,” jelasnya.

Sementara untuk persentasi tingkat kemiskinan di pedesaan pada Maret 2020 sebesar 26,21 persen, juga menurun bila dibandingkan September 2019 yaitu sebesar 26,63 persen.

“Besar kecilnya kemiskinan di Maluku, dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk dengan rata-rata pengeluaran di bawah garis kemiskinan,” jelasnya. (S-39)