AMBON, Siwalimanews – Dalam tiga hari terakhir, positif di Maluku bertambah 39 kasus, sehingga yang terkonfirmasi sebanyak 874 kasus.

Penambahan 39 kasus dalam tiga hari yakni pada Jumat (10/7) sebanyak 13 kasus, Sabtu (11/7) 6 kasus dan Minggu (12/7) 10 kasus.

“Penambahan kasus selama tiga hari lebih banyak didominasi oleh Kota Ambon,” jelas Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang dalam rilis yang diterima Siwalima, Minggu (12/7).

Kasrul merincikan, penambahan 10 kasus terkonfirmasi pada Minggu 12 Juli dari Kota Ambon yakni, perempuan inisial WS (35), perempuan inisial LB (30), perempuan inisial WP (33), perempuan inisial MM (28), perempuan inisial PT (29), perempuan inisial LMW (40), laki-laki inisial JAA (53), perempuan inisial AE (35), perempuan inisial ALS (28) dan perempuan inisial RZL (3,8).

Sementara penambahan pada Sabtu 11 Juli sebanyak 6 kasus juga dari Kota Ambon yakni, laki-laki inisial FP (51), laki-laki inisial WFP (22), perempuan inisial EGR (56), laki-laki inisial JL (63), perempuan inisial EN (29), dan laki-laki inisial RJJ (32).

Baca Juga: 509 Pasien Covid di Maluku Telah Sembuh  

Sedangkan penambahan pada Jumat 10 Juli sebanyak 13 kasus disumbangkan dari Kota Ambon 8 kasus, Kabupaten SBT 1 kasus dan Kabupaten Buru 1 kasus.

Penambahan 8 kasus dari Kota Ambon yakni, perempuan inisial EN (37), laki-laki inisial WSL (38), laki-laki inisial RMH (38), perempuan inisial SMP (29), perempuan inisial CLH (49), laki-laki inisial AK (33), perempuan inisial AE (37), perempuan inisial TTP (28), laki-laki inisial AJS (10), laki-laki inisial RS (43), dan laki-laki inisial A (33).

Sementara penambahan 1 kasus dari Kabupaten SBT yakni, perempuan inisial RB (30) dan 1 kasus dari Kabupaten Buru yakni laki-laki inisial RF (26).

Kata dia, secara keseluruhan di Maluku jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 874 orang terdiri dari 564 orang sembuh, 17 meninggal dunia dan 293 dalam perawatan,” jelas Kasrul.

Selain penambahan kasus, ada juga pasien yang dinyatakan sembuh pada Minggu (12/7) sebanyak 25 orang. 24 pasien dari Kota Ambon dan 1 pasien dari Kabupaten SBB.

Mereka masing-masing pasien nomor 270 perempuan inisial RT, 326 laki-laki inisial MA, 364 perempuan inisial VL, 434 perempuan inisial DO, 466 perempuan inisial NH, 495 perempuan inisial UL, 541 perempuan inisial CL, 582 laki-laki inisial LR, 640 laki-laki inisial HN, 645 laki-laki inisial ES dan nomor pasien 662 perempuan inisial MS.

Selanjutnya nomor pasien 681 laki-laki inisial JDL, 700 perempuan inisial WYT, 701 perempuan inisial RA, 706 perempuan inisial DS, 708 laki-laki inisial FN, 709 perempuan inisial AS, 710 laki-laki inisial MP, 712 laki-laki inisial AKT, 743 laki-laki inisial APM, 744 laki-laki inisial SAS, 746 perempuan inisial LN, 745 perempuan inisial C dan 747 perempuan inisial PN.

“Dengan jumlah itu pasien yang sembuh di Kota Ambon sampai hari ini sebanyak 411 pasien,” ujarnya.

Sedangkan satu pasien yang sembuh dari kabupaten SBB yakni nomor pasien 672 laki-laki inisial LL. “Saat ini pasien yang sembuh di Kabupaten SBB sebanyak 4 orang,” tandasnya.

ODP dan PDP Tetap

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) di Maluku tidak mengalami perubahan.

Sampai Minggu 12 Juli jumlah ODP sebayak 268 orang, masing-masing Kota Ambon 256 orang, Kabupaten Maluku Tengah 11 orang, Kabupaten Seram Bagian Timur 1 orang.

Sedangkan jumlah PDP 85 terdiri dari Kota Ambon 79 orang Kabupaten Maluku 3 orang Kabupaten Seram Bagian Timur 3 orang.

Relawan di Rumahkan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku memastikan, seluruh relawan yang bertugas di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) di rumahkan namun insentif belum di bayar.

“Kita rumahkan karena LPMP dalam proses rehabilitas gedung lagi pula sudah tidak ada lagi pasien yang dirawat di situ,” terang Kasrul.

Terkait dengan insentif dari puluhan tenaga relawan, Kasrul mengaku dalam proses verifikasi data. “Kita masih verifikasi di Dinas Kesehatan Maluku, kalau sudah secepatanya kita bayar insentif dari tenaga relawan yang bertugas selama ini di LPMP,” ujar Kasrul.

Seluruh relawan termasuk tenaga medis yang selama ini bertugas terhitung sejak Sabtu (10/7) dirumahkan.

Tidak ada lagi aktivitas terkait dengan penanganan medis untuk pasien baik itu OTG, ODP, PDP maupun terkonfirmasi.

“Semua sudah kita rumahkan, karena proses rehab sudah berlangsung, banyak bagian gedung yang perlu diperbaiki seperti atap yang bocor, kamar mandi dan dinding,” tandasnya. (S-39)