AMBON, Siwalimanews – Juru bicara Satuan Tugas Pena­nganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz menegaskan, Pe­merintah Kota Ambon mulai pekan depan melarang digelarnya acara resepsi pernikahan.

Kebijakan itu untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang saat ini semakin menggila. Angka ter­konfirmasi virus mematikan itu terus meningkat di Kota Ambon. Me­nurut Adriaansz, selama pan­demi warga yang hendak menggelar resepsi pernikahan harus meng­antongi izin dari Satgas Covid-19.

“Mulai minggu depan, acara-acara resepsi seperti nikahan di gedung atau yang dilakukan di rumah masyarakat itu untuk sementara ditiadakan,” katanya kepada pers di Ambon, Rabu (30/6).

Jika izin terpaksa diberikan tambah Adriaansz, tamu undangan yang menghadiri resepsi harus menunjukkan surat keterangan negatif berdasarkan tes cepat antigen. “Iya, jadi memang harus dilakukan seperti itu, karena kondisi Covid di Ambon sekarang meningkat. Kalau izin terpaksa diberikan, undangan wajib membawa surat rapid antigen. Dan untuk peserta harus ada pembatasan 50 persen,” jelasnya.

Ia menegaskan, kebijakan tersebut akan diawasi secara ketat oleh petugas satgas di tingkat desa atau negeri dan kelurahan serta tingkat kota.

Baca Juga: Warga Diminta Antisipasi Bahaya Kelistrikan di Musim Hujan

“Akan dilakukan pengawasan secara intensif oleh satgas yang ada di tingkat negeri atau desa dan kelurahan yang tentunya akan di-back up oleh satgas tingkat Kota Ambon,” tegasnya.

Pengawasan secara ketat tentunya akan dilakukan oleh satgas agar aturan tersebut sementara waktu dapat dipatuhi oleh warga Kota Ambon. “Dan itu akan dilakukan pengawasan oleh tim satgas Covid-19,” tukasnya.

Adriaansz mengatakan, seluruh satgas yang telah dibentuk pada desa kelurahan akan diberdayakan guna memantau setiap warga masyarakat yang ada di wilayah kerjanya.

Ia berharap kebijakan itu bisa dipatuhi masyarakat, sehingga penularan Covid-19 di wilayah masing-masing bisa ditekan.

“Kita berharap, langkah-langkah yang diambil ini dapat mencegah tingkat penularan di Kota Ambon terutama patuhi protokol kesehatan,” harapnya.

Sejauh ini jumlah pasien aktif yang sedang menjalani perawatan di Ambon mencapai 399 orang. Jumlah ini meningkat dari pekan lalu, sebanyak 100-an orang. (S-52)