PIRU, Siwalimanews – Bupati SBB Yasin Payapo diminta untuk mempertimbangkan lagi pergantian Camat Manipa Sahrir Abd Kadir Mahulette yang rencananya akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Selaku masyarakat Pulau Manipa, kami minta bupati harus pertimbangkan kembali pergantian camat yang saat ini masih dijabat oleh pak Mahulette,” pinta Aktivis asal Manipa, H Pelu kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Selasa (4/5).

Selaku warga Manipa, ia menolak dengan keras terkait rencana pergantian camat dengan salah satu pegawai kantor camat yang merupakan anak negeri asal Manipa sendiri.

Apabila bupati tetap melakukan pergantian Mahulette dan digantikan oleh staffnya, maka birokrasi pemerintahan di Manipa akan berjalan pincang.

“Selaku putra Manipa kami sangat tidak setuju dan menolak keras kalau bupati melakukan perombakan atau pergantian Camat Manipa,” tegasnya.

Baca Juga: Keluarga Nurlatu Apresiasi Kinerja Polres Buru

Warga Manipa lainnya, Wandri Makasar menambahkan, masyarakat Pulau Manipa sangat prihatin terhadap rencana pergantian Camat Manipa.

Menurutnya, untuk menjadi seorang pemimpin di kecamatan, haruslah orang yang mempunyai kredibibilitas dan profesional. Namun jika tidak miliki dua hal ini, maka birokrasi akan berjalan tersendat-sendat, dan bisa berdampak pada pelayanan kepada masyaakat.

“Menurut kabar yang tersiar bupati akan menggantikan pak Mahulete dengan camat baru yang adalah staff kantor Manipa yang tidak lain adalah anak negeri Manipa, namun pengganti pak Mahulette ini kabarnya miliki catatan buruk terhadap kepemimpinanya saat menjabat sebagai penjabat Desa Tumalehu Barat,” ucap Makasar.

Catatan buruknya yaitu pengelolaan DD dan ADD tahun 2015-2017 yang tidak menyetuh masyarakat dan sebagainya. Untuk itu masyarakat Manipa tidak menginginkan kehancuran birokrasi di Kecamatan Pulau Manipa.

“Untuk itu, kami mewakili masyarkat Manipa minta bupati agar dapat lakukan evaluasi kembali pergantian Camat Manipa,” pintanya. (S-48)