PIRU, Siwalimanews – Untuk kesiapsiagaan dan pencegahan penyebaran Virus Corona atau Covid-19 di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Bupati SBB, M. Yasin Payapo melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak melakukan aktivitas keluar daerah.

“Dengan adanya pembentukan tim pencegahan virus corona di wilayah  SBB ini, maka Pemkab SBB akan melakukan pemeriksaan disemua pintu masuk menuju SBB melalui transportasi laut dan darat, dan juga saya melarang agar ASN lingkup Pemkab SBB untuk tidak melakukan aktivitas keluar daerah,” tegas Bupati, dalam sambutannya saat memimpin rapat pembentukan Tim Penangulangan dan Pencegahan Virus  Covid 19, yang dihadiri oleh Ketua DPRD Abd. Rasyid Lisa­holith, Dandim 1502/Masohi, Forkopimda se-SBB, Sekda Mansur Tuharea, Kadis Keseha­tan Anis, para Camat, dan Orga­-nisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Selasa (17/3).

Dijelaskan, tim ini akan memberikan informasi secepat mungkin, termasuk kesiapan dalam menangani jika ada warga yang terindikasi terpapar Covid-19.

“Pembentukan tim ini telah berkoordinasi dengan unsur Muspida  disetiap kecamatan akan menempatkan tenaga medis dalam hal ini dokter umum, dan jika masyarakat terdekteksi, yaitu mengalami demam, batuk dan lainnya, ada tahapan penanganannya. Mulai dari konsultasi terlebih dahulu di Puskesmas, dan tetap harus koordinasikan dengan pihak Dinas Kesehatan maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Piru untuk mendapatkan penanganan selanjutnya,” jelasnya.

Selain itu Kapolres SBB Bayu Tarida Butar Butar mengatakan, untuk mengantisipasi Virus Covid 19 masuk ke SBB, pihak Kepolisian Polres SBB siap untuk mendukung semua kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah daerah dalam upaya mencegah masuknya virus corona di Bumi Saka Mese Nusa.

“Kami telah melaksanakan pelatihan kepada anggota polisi salah satunya dengan melakukan penyemprotan anti virus corona,” katanya.

Lanjut Kapolres, apabila ada penyebaran berita hoax terkait virus corona untuk menakuti masyarakat melalui mensos, ia mengharapkan agar masyarakat segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

Hal yang sama juga dikatakan Dandim 1502/Masohi Letkol Infantri Wahyu Nugroho, dengan pembentukan tim ini pada prinsipnya pihak TNI bersama dengan Polri akan membantu pemerintah daerah untuk pencegahan masuknya virus corona dengan melaksanakan perintah pimpinan.

“Kita siap untuk ikut serta dalam pencegahan virus corana ini dengan berupaya memutus mata rantai penularan virus ini dengan melakukan edukasi atau perubahan kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, dan bekerjasama  dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Infokom melalui sosialisasi ke sekolah-sekoah dan pemukiman penduduk,” tuturnya.

Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Yohanes Tapang juga mengatakan, Dinkes SBB telah menyiapkan 20 alat pendeteksi suhu tubuh. Selain itu juga pihaknya telah memasang seruan dalam bentuk baleho tentang  sosialisasi virus corona di pintu-pintu masuk baik jalur  laut maupun darat.

“Kita akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap semua orang yang masuk ke SBB,” akuinya.

Diungkapkan, bahkan pihak RSUD Piru  melalui Derektur RSUD Johan Selano telah menyiapkan tenaga dokter dan fasilitas ruang isolasi, dan juga mendatangkan alat  Thermal Scanner, serta bekerjasama dengan Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) untuk mekanisme tindakan pencegahan virus corona. (S-48)