NAMLEA, Siwalimanews – Bupati Buru Ramly Ibrahim Umasugi, SPI.MM bertekad untuk memenuhi janji-janji politiknya.

Hal ini dikatakan oleh Bupati Ramly ketika melantik para pejabat Esalon III di Aula Kantor Bupati, beberapa waktu lalu yang ditulis dengan gaya bertutur.

“Saya dalam beberapa waktu terakhir ini memang agak sibuk. Banyak meninggalkan daerah karena berbagai urusan,” jelas Ramly.

Salah satunya, saya berfikir dan harus bekerja keras karena di tengah pandemik Covid 19 seng (tidak) ada kepala daerah yang pergi bolak balik ke Jakarta.

“Saya termasuk kepala daerah yang dianggap cukup berani bolak-balik ke Jakarta. Setiap mau ketemu menteri, wakil menteri dan pejabat yang lain di Jakarta, setiap saat saya harus diswab antigen. Mau masuk ruangan harus test sweb  antigen. Setiap beberapa hari harus diswab untuk memastikan bahwa saya sehat. Semua ini untuk memenuhi semua janji-janji yang pernah saya sampaikan dalam berbagai kesempatan politik,” jelasnya.

Baca Juga: Pemkab Buru Gratiskan Sweb Antigen bagi Pelajar & Mahasiswa

Bagaimana untuk memenuhi janji-janji menurutnya, termasuk janji selesaikan jalan hotmix pada wilayah yang masih terjadi disfaritas.

Untuk wilayah Batabual misalnya, saya mampu meyakinkan pemerintah propinsi. Kemudian jalan itu ditingkatkan menjadi jalan nasional supaya masyarakat di Batabual terbuka aksesnya lewat jalan darat menuju ke ibukota kabupaten dan lainnya.

“Saya dengan mantan Bupati Bursel, pa Tagop Solisa, kami bertemu di kantor kepresidenan, sama-sama membicarakan dan setuju pembangunan jalan antar kabupaten lewat jalur Batabual. Dan masih banyak hal yang kami bahas,” terangnya.

Bupati mengaku tidak bosan-bosannya berbicara dengan pimpinan dewan, untuk kemudian Pemkab Buru meminjam dana dari pempus lewat SMI guna membangun jalan dan berbagai fasilitas pembangunan.

Diantaranya, guna memenuhi berbagai proposal dari masyarakat yang sampai saat ini belum terpenuhi dengan baik.

Di bidang perikanan, dirinya pernah tanya Kadis Perikanan, proposal dari masyarakat yang meminta bodi armada penangkap ikan masih tersisa berapa yang belum dapat. Jawab kadis masih 40 and lebih.

Anggaran daerah hanya mampu 16 armada tangkap per tahun. Sedangkan ada masyarakat yang sudah menunggu antrian dua sampai tiga tahun mengharapkan bantuan armada tangkap.

“Tapi belum juga dapat karena keterbatasan anggaran tadi,” ungkapnya.

Padahal kata bupati, dengan bantuan armada tangkap ini, masyarakat nelayan dapat memperbaiki ekonomi mereka lebih baik lagi. Untuk itu dirinya akan berusaha untuk mendapat tambahan anggaran lewat SMI.

Di bidang pertanian, lanjutnya terus melakukan pendekatan mu­-lai dengan pa Mentan, wakil Men­-tan sampai semua dirjen. Saya minta agar pembangunan perta­nian di Kabupaten lebih baik dan berkelanjutan serta memenuhi stan­dar yang modern dan baik pula.

“Ini merupakan tugas dan tanggungjawab saya,” tegasnya seraya menambahkan kalau dirinya berkeyakinan pemerintah pusat di Kementrian ESDM, Ke­-menterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Menko Manives untuk bagaimana me­-manfaatkan tambang emas yang ada di Kabupaten Buru. (S-31)