BUAH dan sayur selain sering dikonsumsi dalam bentuk utuh juga bisa dibuat jus. Tapi, mana yang lebih bagus?

Konsumsi serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan. Ku¬rangnya serat dalam jangka waktu panjang bisa menimbulkan beberapa penyakit seperti konstipasi, mood yang menurun hingga berisiko terkena kanker usus.

Serat berasal dari sayur dan buah. Namun, beberapa ahli menganjurkan konsumsi buah lebih baik dalam keadaan utuh daripada jus.
“Ketika mengonsumsi buah atau sayur dalam bentuk utuh. Makanan mulai masuk dari mulut yang di dalamnya terdapat gigi geligi dan saliva (air liur) yang membantu memecah serat-serat atau polisakarida dari sayur atau buah dibantu secara enzimatik lalu masuk ke saluran cerna,” jelas dr Frieda Handayani, SpA(K), konsultan gastrohepatologi anak pada Selasa (3/9/2019).

Tentunya hal ini membuat otot-otot oral motorik di mulut lebih aktif dan bisa membuat si kecil latihan mengunyah serta menjadikan anak lebih aktif berbicara.

Supaya tak bosan mengonsumsi serat dalam bentuk utuh, dr Frieda lebih menyarankan untuk dibuat smoothies sayur dan buah dibandingkan dengan jus yang diambil sarinya.
Sebelum diolah, sayur dan buah sebaiknya dicuci dengan larutan cuka apel dan air garam dengan tujuan agar pestisidanya larut. Rendam buah dan sayur dalam larutan tersebut selama 5-10 menit, gosok dengan sikat bersih. (*)

Baca Juga: Berkebun jadi ‘Obat’ Kurangi Cemas, Stres Hingga Depresi