BPKP Periksa Fisik ADD-DD Akoon

AMBON, Siwalimanews – Tim auditor BPKP Maluku sementara berada di Desa Akoon, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Malteng untuk mengecek kondisi sejumlah proyek yang didanai ADD-DD Akoon tahun 2015-2017.

Menurut Korwas Investigasi BPKP Maluku, Affandi, keberadaan BPKP di Akoon itu dalam rangka kepentingan audit kerugian negara dalam kasus tersebut. “Keberadaan BPKP untuk kepentingan audit kerugian negara dalam kasus itu. Tim auditor sementara berada di Desa Akoon untuk mengecek kondisi sejumlah proyek dan program pemdes yang didanai lewat ADD-DD Akoon,” tutur Afandi Sabtu (19/10).

Ia mengatakan, tim auditor berencana kembali ke Ambon Selasa (22/10) dan langsung marathon melakukan audit. Karena pengecekan di lapangan merupakan bagian dari upaya menghitung kerugian negara.

“Pengecekan sejumlah fisik proyek yang dilakukan tim audior merupakan, bagian dari proses audit perhitungan kerugian negara kasus dugaan korupsi ADD-DD Akoon,” jelasnya.

Periksa Fisik

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku bersama BPKP Perwakilan Maluku akan melakukan, pemeriksaan fisik korupsi ADD dan DD Akoon, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Malteng tahun 2015-2017.

Pemeriksaan itu dilakukan oleh BPKP untuk kepentingan audit investigasi dengan didampingi penyidik Ditreskrimsus.

“Kita sudah koordinasi dengan BPKP dan saat ini tinggal kesediaan waktu BPKP untuk bersama turun melakukan pemeriksaan. Sebagai penyidik hanya mendampingi saja. Ini untuk kepentingan penyidikan terhadap kasus ini, dan persiapan penetapan tersangkanya,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat kepada Siwalima, Kamis (30/8).

Menurut Kabid, tim penyidik sudah siap dan hanya menunggu waktu BPKP. Pasalnya saat beberapa waktu lalu rencana pemeriksaan fisik belum dilakukan karena terkendala transportasi.

“Awalnya belum dilakukan karena terkendala transportasi. Tetapi saat ini sudah ada sehingga tinggal kita jalan saja dan waktu dari BPKP untuk sama-sama turun ke lokasi,” kata kabid.

Untuk diketahui, Ditreskrimsus Polda membidik kasus dugaan korupsi ADD dan DD Akoon, Kecamatan Nusalaut Kabupaten Malteng.

Informasi yang berhasil dihimpun Siwalima di Kantor Ditreskrimsus Polda Maluku, Selasa (8/3) menyebutkan, DD dan ADD yang diusut sejak tahun 2015-2017. Tahun 2015, DD yang bersumber dari APBN senilai Rp 267.905.708, tahun 2016 Rp 601. 130.006, dan 2017 Rp 965.935. 966.

Sementara itu, untuk ADD yang bersumber dari APBD tahun 2015 senilai Rp 86.777.573, tahun 2016 Rp 101.310.090, tahun 2017 Rp 499.741.966.

Dalam penggunaan dua anggaran ini, diduga terjadi penyelewengan pada sejumlah pekerjaan, dikarenakan semua dikendalikan oleh raja, sekretaris dan bendahara.

Dalam penggunaan pada item-item itu terjadi, penyelewengan anggaran pada sejumlah proyek diantaranya, pengadaan bodi speed dan air bersih di Negeri Akoon. (S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *