AMBON, Siwalimanews – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, saat ini sedang melakukan sosialisasi untuk membentuk tim yang nantinya bertugas untuk memantau sejumlah proses pembangungan rumah warga terdampak gempa bumi, 26 September 2019 di Kota Ambon.

Kepala BPBD Kota Ambon, Demmy Paays, mengatakan, pembentukan tim itu  bertujuan untuk melakukan pembangunan dan mengelolah sejumlah uang hak warga terdampak.

“Setelah tim ini selesai dibentuk karena tim itu yang akan melakukan pekerjaan itu di desa/kelurahan. Jadi masyarakat mendapatkan uang itu secara langsung, tim itu yang akan kelola itu uang. Karena itu menyangkut dengan laporan pertanggung jawaban. Itu uang negara, jadi tim itu yang bertugas untuk melaporkan,” ujarnya.

Dalam proses pengerjaan tersebut juga akan turut hadir mengawasi seluruh proses oleh pemerintah Provinsi untuk memantau sampai tingkat mana proses pengerjaan yang dilakukan oleh tim yang telah dibentuk dimasing-masing desa/kelurahan di Kota Ambon.

“Saat proses pembangunan, ada petugas pendamping  dari provinsi yang mendampingi, mereka katakanlah sebagai pengawasan. Mereka itu yang akan memberikan laporan setiap saat sejauhmana perkembangan pembangunan, kalau sudah kerja 50 persen, ya 50 , kalau sudah kerja sampai tahap kedua itu cair lagi 30 persen dan  tahap ketiga itu 20 persen sisanya,” jelas Paays.

Baca Juga: Minim Prestasi, Kajati Maluku Dimutasi

Ketika dikonfirmasi terkait dengan pemilihan anggota tim, Paays mengungkapkan, pihaknya sementara melakukan sosialisasi pembentukan tim dan diperkirakan akan segera terbentuk timnya setelah sosialisasi selama seminggu kedepan.

“Sudah berjalan, sekarang ini dari pihak BPBD sesuai dengan jadwal ya satu minggu mulai dari sekarang ini, minggu depan kita sudah sosialisasi untuk masyarakat di desa/ kelurahan yang dampak bencana untuk segera mereka bentuk kelompok kerja, kelompok penerima bantuan di desa/ kelurahan karena itu segera diproses pencairan dana karena juklaknya seperti itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam satu desa/kelurahan terdapat dua hingga tiga tim tergantung jumlah KK penerima disetiap desa/kelurahan yang terdampak.

Dirinya juga mengungkapkan, sudah ada 1.289 data final penerima bantuan dana gempa yang telah divalidasi oleh BPBD setelah sebelumnya terdapat 333 data yang eror.

“Jadi data yang sudah falid itu 1.289 sehingga sudah harus segera dilakukan proses pembangunan rumah mereka,” katanya.

Paays juga mengungkapkan, bagi keluarga yang telah melakukan pembangunan terlebih dahulu akan diganti rugi seluruh pengeluaran untuk membangun kediaman mereka, dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan.

“Ganti rugi akan tetap dilakukan, bukti-bukti pembelian semen dan lain sebagainya itu bukti-bukti itu diajukan, kemudian tim akan membayar ganti seluruh pengeluaran yang telah dikeluarkan,” tandasnya. (Mg-6)