NAMLEA, Siwalimanews –  Fasilitas dan  jasa pelayanan perbankan Bank Negara Indonesia dengan menggunakan teknologi digitalisasi BNI Direct, kini masuk kampus Universitas Iqra Buru.

Hal itu mulai dilakukan setelah PT BNI (Persero) Tbk diwakili Wakil Pimpinan BNI Cabang Ambon Amin Tohari menandatangani perjanjian kerjasama dengan Ketua Yayasan Muslim Buru Ismiran Watiheluw, tentang Pemanfaatan Jasa dan  Pelayanan Perbankan, di auditorium AR Tukuboya, Jumat (25/3).

Lewat kerjasama ini, Yayasan dan Kampus Uniqbu akan mudah  dalam transaksi dan pengelolaan keuangan (cash management), juga untuk memperoleh informasi transaksi yang tercatat di rekening secara lebih cepat, mudah dan aman.

Wakil Pimpinan BNI Cabang Ambon Amin Tohari pada kesmepatan itu mengatakan, kampus Uniqbu cukup besar, ada delapan fakultas dan 18 prodi, serta jumlah mahasiswa lebih dari seribu orang, merupakan potensi dan kebanggaan Pulau Buru. Ini adalah potensi besar yang perlu dikelola.

“Saya sampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada BNI.  Semoga ke depan tali silaturahmi ini bisa terus dibina dengan lebih baik lagi. Tidak  hanya semata-mata kita lakukan MoU, atau perjanjian atau kerjasama.Tapi hubungan silaturahim itu lebih dari itu,” ujar Tohari.

Baca Juga: Kakanwil Kemenkumham Temui Kapolda Maluku

Sebagai Kampus Merdeka dan mengelola jumlah mahasiswa yang begitu besar kata Tohari, memerlukan teknologi dan digitalisasi dengan menempatkan  orang dengan baik.

Bila selama ini pembayaran SPP dilakukan dengan cara convensional disetor, lalu mahasiswa akan datang menunjukan bukti setorannya, dicros chek dan dicatat, maka dengan perjanjian hari ini cara pembayaran seperti itu mulai ditinggalkan.

“Insya Allah dengan perjanjian kerjasama hari ini, bersama tim kami yang luar biasa, nanti setiap mahasiswa Uniqbu akan diberikan identitas virtual accound,” ujarnya.

Dengan virtual accound kata Tohari, apabila mahasiswa menyetor lewat jalur mana saja, lewat bank mana saja, mau tunai, tranfer ATM, tranfer mobile banking, dengan satu acconud satu mahasiswa, itu akan langsung terverifikasi, nama penyetornya, fakultasnya serta prodinya.

Dunia pendidikan kata Tohari, mahasiswa adalah insan muda yang sangat kompeten dalam hal teknologi dan digitalisasi. Smartphone sekarang bukan barang mewah lagi, hampir semua orang memilikinya dan itu juga bisa dimanfaatkan untuk transaksi perbankan.

Tohari juga mengenalkan program BNI tentang Kartu Tanda Mahasiswa yang tidak hanya menjadi tanda pengenal semata, tapi bisa berfungsi sebagai kartu ATM, sehingga multi fungsi.

“BNI Direct yang nanti dipakai oleh Yayasan Muslim Buru itu juga bisa bertransaksi dibidang keuangan tidak harus datang ke bank. Semua transaksi yayasan, transaksi kampus itu bisa dilakukan melalui BNI Direct, baik itu pembayaran pajak, pembayaran listrik maupun, pembayaran gaji pegawai dan dosen,” cetusnya.

Rektor Uniqbu Muhamad Sehol dan Ketua Yayasan Muslim Buru menyambut baik kerjasama ini.

Keduanya berharap kerjasama ini tidak hanya sampai di situ, tapi ke depan BNI juga akan terus mendukung dan tidak ragu bekerjasama dengan Uniqbu.

“Tanggal 29 Maret nanti akan ada pameran produk inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa KKN Uniqbu yang disebar pada 18 desa. Mungkin dari situ akan ada tindak lanjut sebagai upaya dari kerjasama ini dengan sokongan dana pemberdayaan dari BNI kepada mahasiswa yang akan berusaha mandiri setelah lulus dari kampus nanti,” harap keduanya.

Di hadapan Tohari dan keluarga BNI, ketua yayasan dan rektor juga memperkenalkan berbagai prestasi yang telah ditoreh Uniqbu. Salah satunya sebagai kampus swasta terbaik dari 50 kampus swasta yang ada di Maluku dan Maluku Utara. (S-15)