AMBON, Siwalimanews – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto,  telah menandatangani Surat Keputusan tentang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kota Ambon. Tentunya akan membawa dampak sosial maupun ekonomi bagi masyarakat.

Olehnya, menjelang penerapan PSBB, Michael Wattimena yang sering disapa BMW kembali melakukan aksi sosial dengan membagikan 500 paket sembako bagi warga Kota Ambon, Sabtu (13/6) dan Minggu (14/6).

Ketua Departemen Infrastruktur dan Perhubungan DPP Partai Demokrat ini membagikan 500 paket berupa beras 5 kg, minyak goreng, gula, kaos, masker, dan sanitiser, yang dibagikan oleh Tim Relawan BMW, Stella de Lima dan Vecky Warella di sejumlah titik termasuk kepada DPD GAMKI Maluku dan Pengurus DPAC Partai Demokrat Teluk Ambon.

Ketua Majelis Jemaat GPM Imanuel, yang terletak di  Dusun Hila Tanah Putih, Desa Tawiri, Kecamatan Teluk Ambon, Tresya Pattinama, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih bagi BMW yang telah membantu jemaat disini.

“Kami memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan paket sembako kepada kami, ini berkat yang luar biasa yang patut kami syukuri,” ujarnya.

Baca Juga: Panitia HUT AMGPM Salurkan Bantuan bagi Korban PHK

Pattinama juga berharap berkat Tuhan senantiasa meliputi BMW dengan berbagai rencananya kedepan untuk melihat kesejahteraan warga Kota Ambon.

Secara terpisah, Ketua DPAC Partai Demokrat Teluk Ambon, Fany Lumalesil juga menyampaikan terima kasih bagi BMW yang telah memberikan paket sembako bagi pengurus DPAC maupun para janda dan anak yatim.

“Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada BMW atas bantuan yang telah diberikan kepada kami,” cetusnya.

Sementara itu, BMW mengatakan, dengan adanya penetapan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dengan mengeluarkan surat keputusan PSBB di Kota Ambon, mantan anggota DPR RI dua periode ini menghimbau kalau bisa PSBB ini yang pertama dan terakhir di Kota Ambon.

“Kita tahu persis bagaimana pelaksanaan PSBB di suatu daerah dimana ada daerah-daerah yang kita lihat di media sudah pelaksanaan episode I, II maupun III dan sekarang sudah masuk episode transisi dan new normal sehingga kita dapat melihat dampak dari pemberlakukan PSBB,” ujarnya.

Menurut politisi partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, tidak bisa menukarkan antara kesehatan dengan ekonomi atau sebaliknya ekonomi dan kesehatan atau mengatakan ekonomi lebih dominan dari kesehatan atau juga kesehatan lebih dominan dari ekonomi.

“Kesehatan dan ekonomi ini ibarat kembar siam, dua-dua sangat penting sehingga kita berharap dengan adanya pemberlakukan PSBB itu sendiri masyarakat bisa mengikuti protokol dari pada PSBB dengan maksud untuk memutuskan mata rantai dari penyebaran covid-19 di Maluku khususnya Kota Ambon,” pintanya.

Dengan demikian diharapkan, warga Kota Ambon yang sudah terbiasa kedisiplinan diri dalam rangka menghindarkan penyebaran covid-19 dapat memutuskan mata rantai dan akhirnya kita akan masuk pada penerapan new normal itu sendiri, karena kita pahami sungguh dampak dari pelaksanaan PSBB itu sendiri terhadap suatu daerah per setiap penerapan episode terhadap kegiatan ekonomi apalagi bagi warga yang memiliki pendapatan harian karena benar-benar merasakan dampaknya.

“Kita berdoa agar dengan penerapan PSBB ini dapat memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Ambon,” harapnya. (S-16)