BMKG: Waspadai Hoax!

Sudah 1020 Kali Gempa Susulan

AMBON, Siwalimanews – Warga Maluku khususnya yang ber­ada di daerah terdampak gempa, dihimbau untuk tidak gampang mempercayai informasi liar atau hoax.

Terkait isu akan terjadi gem­pa besar dan tsunami di Ambon, Maluku Tengah dan Se­ram Bagian Barat (SBB), Ba­dan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mene­gaskan itu berita bohong (hoax).

BMKG mengatakan sampai sekarang belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat dan akurat, kapan dan dimana serta berapa kekuatan.

“Jangan percaya berita-berita bohong yang beredar dan tidak dapat dipertang­gung­jawabkan bahwa akan terjadi gempa besar disertai tsunami,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Andi Azhar Rusdin kepada wartawan di Ambon, Jumat (4/10).

Hari kesembilan pasca gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kota Ambon, Malteng dan SBB dengan magnitudo 6,8 pada Kamis (26/9), data BMKG Ambon, menyebutkan, sebanyak 1020 kali gempa susulan.

“Sampai dengan Jumat (4/10), pukul 18:39:45 WIT, sebanyak 1020 kali gempa susulan dan yang  dirasa­kan sebanyak 110 kali,” ujar Ashar.

Ia merincikan, gempa bumi susul­an yang terjadi pada hari pertama pasca gempa utama  6,8 SR sebanyak 244 kali. Selanjutnya pada hari kedua,  214 kali, hari ketiga 139 kali,  hari keempat 102 kali, hari kelima 83 kali, hari keenam 94 kali, hari ketujuh 61 kali, hari kedelapan 63 kali. Me­masuki hari kesembilan data statistik hingga Jumat (4/10/2019) pukul 06.00 WIT, frekuensi kejadian gempa terus mengecil.

Andi menghimbau masyarakat Ma­luku khusus terkena dampak gempa agar tetap tenang dan tidak terpancing isu atau berita bohong yang beredar yang tidak dapat di­pertanggungjawabkan kebenar­annya.

“Terkait informasi gempa bumi dan tsunami, pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal ko­munikasi resmi yang telah terverifi­kasi. Saat ini kondisi kembali normal,” pungkas Ashar.

Ribu Jiwa Meng­ungsi

Seperti diberitakan sebelumnya, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa tektonik 6,8 SR kini bertambah menjadi 38 orang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Farida Salampessy merinci, Kota Ambon  13 orang, Kabupaten Mal­teng 15 orang dan Kabupaten SBB 10 orang.

BPBD juga merilis pengungsi saat ini mulai berkurang yakni 95.256 jiwa tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Malteng dan SBB. Humas Posko Satgas Penanganan Bencana Gempa Maluku, Frona Koedoeboen menga­takan, jumlah ini berkurang dari jumlah peng­ungsi sebelumnya yang mencapai ratusan ribu jiwa.

“Data ini telah mengalami penuru­nan dari data sebelumnya, karena sebagian masyarakat sudah kembali pulang ke rumahnya,” ujar Koedoe­boen kepada pers di Media Center Posko Satgas Penanganan Bencana Gempa Bumi, aula Korem 151/Binaiya, Kamis (3/10).

Ia merincikan, jumlah pengungsi 95.256 jiwa itu diantaranya Kota Ambon 2.940 jiwa, Maluku Tengah 50.250 jiwa dan Kabupaten SBB 42.066 jiwa. Jumlah ini berdasarkan data BPBD sampai Kamis (3/10) pukul 13.00 WIT. (S-40)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *