AMBON,Siwalimanews  – Badan Meteorologi dan Geofisika menegaskan, gempa dengan magnitdo 5,9 skala richter yang menguncang Kabupaten Maluku Tengah, Kamis, (4/11) pukul 09.42.44 WIB atau 11.42.44 WIT .di  wilayah Laut Seram tak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG  Bambang Setiyo Prayitno menjelaskan,  dari hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa ini memiliki parameter update dengan magnitudo Mw=5,7.

“Episenter gempa terletak pada koordinat 2,77° LS;129,39° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 75 km arah timur laut Maluku Tengah, pada kedalaman 12 km,” ucap Prayitno.

Menurutnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar naik Seram Utara ( North Seram Thrust ).

Hasil analisis mekanisme sumber, menunjukkan bahwa gempa itu memiliki mekanisme pergerakan geser naik (Oblique Thrust Fault). Guncangan gempa ini dirasakan di daerah Sawai V MMI yang mana getarannya dirasakan hampir semua penduduk, kemudian terasa di Wahai IV MMI, Masohi, Saparua dan Kota Ambon III MMI .

Baca Juga: Puluhan Anggota Desak Pimpinan DPRD Gelar Paripurna Internal

“Getaran dirasakan nyata dalam rumah serta terasa getaran seakan akan truk berlalu,” ucapnya.

Beradasarkan hasil monitoring BMKG, menunjukkan adanya tiga aktivitas gempa  susulan aftershock, Namun hasil pemodelan menunjukkan, bahwa gempa ini, tidak berpotensi tsunami.

Pada kesmepatan itu, menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, namun masyaraakt diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa, yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah,” himbaunya.

Ia juga minta kepada masyarakat agar memastikan informasi resmi, hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” sarannya. (S-51)