BKSDA Terima 16 Burung Endemik Maluku dari PPS Tasikoki

AMBON, Siwalimanews – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku menerima, sedikitnya 16 ekor burung endemik Maluku dan sejumlah satwa liar lainnya dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki, Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (4/12).

Serah terima ini berlangsung di Pelabuhan Slamet Riyadi. Satwa liar ini kemudian di bawa ke karantina di Desa Passo sebelum dikembalikan ke habitatnya.

Kepala BKSDA Maluku, Mukhtar Amin Ahmadi kepa­da wartawan usai penyerahan mengatakan, total seluruh satwa yang di kembalikan dari PPS Tasikoki sebanyak 16 ekor.

“Jumlah itu ada 16 burung endemik asal Maluku yakni 10 ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana),” terang Ahmadi.

Dikatakan penyerahan burung tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan penyerahan satwa liar endemik Maluku dan Maluku Utara yang dilakukan oleh pihak PPS Tasikoki pada 30 November lalu di Pelabuhan Laut Bastiong Kota Ternate.

Menurut pihak BKSDA, saat di Ternate, PPS Tasikoki telah menyerahkan satwa liar ke Balai Taman Nasional (BTN) Aketajawe Lolobata sebanyak 23 ekor burung endemik Maluku Utara terdiri dari empat ekor Kakatua Putih (Cacatua alba), enam ekor Nuri Kalung Ungu (Eos squamata) dan 13 ekor Kasturi Ternate (Eclectus roratus).

PPS Tasikoki juga menye­rahkan, satwa liar kepada BKSDA Maluku berupa empat ekor Kera Yaki (Macaca nigra),  10 ekor burung Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana).

“Kera Yaki (Macaca nigra) yang merupakan satwa endemik Maluku Utara langsung dibawa ke Resort Bacan untuk proses habituasi persiapan pelepesliaran yang akan dilakukan di kawasan konservasi Cagar Alam Gunung Sibela Pulau Bacan Kabupaten Halmahera Selatan, terangnya.

Sedangkan 10 ekor Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) dan enam ekor burung Kakatua Tanimbar (Cacatua goffiniana) saat ini kami terima dan untuk sementara akan diistirahatkan di kandang Transit Passo.

Ditambahkan, 10 ekor Kaka­tua Seram akan direha­bilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Masihula, se­dang­kan enam ekor burung Kakatua Tanimbar akan segera dilepaskan ke habitat aslinya di Kepulauan Tanimbar.

“Burung-burung tersebut merupakan satwa hasil sitaan, temuan dan penyerahan masyarakat yang terjadi di wilayah kerja BKSDA Sulawesi Utara dan dititipkan di PPS Tasikoki. Sedangkan untuk 4 (empat) ekor Kera Yaki (Macaca nigra) merupakan hasil penyerahan dari masya­rakat yang berada di Kota Ternate kepada petugas Seksi Konservasi Wilayah I Ternate BKSDA Maluku dan dititipkan di PPS. Tasikok,” tandasnya.

Ditambahkan proses penye­rahan dan pelepasliran satwa  dari PPS Tasikoki ini dilakukan karena satwa tersebut sudah menjalani masa karantina dan rehabilitasi kurang lebih selama 3-4 tahun, sehingga sudah dianggap mampu untuk berta­han hidup di alam liar. (S-39)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *