AMBON, Siwalimanews – Mulai besok, Rabu (5/5), Pemerintah Kota Ambon (Pemkot) mengelar Safari Ramadhan secara ber­-beda, dengan cara me­-ngunjungi masyarakat langsung ke lima kecama­tan yang ada di Kota Ambon.

“Rencana hari Rabu,” tukas, Sekretaris Kota Ambon, A. G Lattuheru, kepada wartawan di Marina Hotel Ambon, Senin (3/5).

Dirinya mengungkapkan, pelaksanaan safari Ramadhan yang berbeda tahun ini, dikarenakan pendemik Covid-19 yang sampai dengan sekarang belim juga berakhir.

“Polanya jadi berubah, kita tidak bikin buka puasa bersama, tapi kita nanti akan berkunjung saja ke lokasi-lokasi yang akan diatur kemudian,” bebernya.

Disinggung terkait dengan lokasi mana yang menjadi target awal untuk dikunjungi, dirinya enggan berkomentar.

Baca Juga: Louhenapessy Minta Penetapan Raja Segera Diusulkan

“Tunggu tanggal main saja,” tandas Latuheru.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Pemkot Ambon melarang masyarakat melakukan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang selama masa pan­-demi covid, Pemerintah Kota Ambon justru bersiap siap mengelar safari Rama­dan dalam waktu dekat.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz mengungkapkan pelaksanaan Safari Ra­-madan kali ini dilakukan dengan cara kunjungan langusng keluarga yang terdampak dari virus corona.

“Nah ditahun ini kita lakukan sedikit berbeda, dalam bentuk kunjungan-kunjungan langsung ke masyarakat yang membutuhkan dan mungkin terdampak dari Covid-19,” jelas Adriaansz kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (13/4).

Hal ini merupakan langkah pemkot untuk terus mensosiali­sasikan dampak dari penyebaran Covid-19 yang dimulai dari lembaga birokrasi negara yakni Pemerintah Kota Ambon.

“Sedikit berbeda dengan safari Ramadan sebelumnya yang biasanya di pusatkan di satu titik. Namun, dengan ini kita berupaya untuk menjadi contoh kepada masyarakat untuk tidak membuat kegiatan yang menghadirkan banyak orang,” tuturnya.

Dirinya mengakui, sesungguhnya edaran Kementerian Agama mengizinkan kegiatan seperti safari Ramadan yang berpusat pada satu titik dapat dilakukan, dengan pembatasan kapasitas yakni 50 persen. Namun, dirinya menegaskan langkah ini akan tetap dilakukan secara berbeda.

Adriaansz mengungkapkan, sesuai dengan arahan dari Walikota Richard Louhenapessy, maka safari Ramadan dalam bentuk kunjungan akan dilakukan dan tidak dilakukan sama seperti yang biasanya.

“Sesuai dengan arahan pak walikota, kita tetap mengacu untuk bagaimana memberikan contoh kepada masyarakat yang terbaik dalam penerapan protokol kesehatan,” tandasnya. (S-52)