Berkas Tiga Koruptor Transit Passo Diteliti

AMBON, Siwalimanews – Berkas tiga tersangka du­gaan korupsi proyek terminal transit Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon tahun 2008-2009 sudah diserah­kan penyidik, Senin (21/10) dan saat ini sementara diteliti jaksa penuntut umum Kejati Maluku.

Ketiga tersangka tersebut adalah  John Lucky Metubun selaku kon­sultan pengawas CV Intan Jaya Mandiri, Dirut PT Reminal Utama Sakti Amir Gaos Latuconsina dan Angganoto Ura selaku PPTK.

“Iya berkas kasus dugaan ko­rupsi transit Passo sudah dise­rah­kan ke penyidik untuk diteliti ke­lengkapan­nya,” kata Aspidsus Ke­jati Maluku, M. Rudy kepada Siwalima.

Menurutnya, berkas ketiga ter­sangka akan diteliti selama 14 hari kedepan. Kalau belum lengkap akan dikembalikan ke penyidik.

“Nantinya berkas perkara kasus dugaan korupsi transit Passo akan diteliti kelengkapannya selama ku­rang lebih 14 hari kedepan. Kalau ma­sih terdapat kekurangan akan dikem­­balikan ke penyidik beserta petunjuk agar dilengkapi,” ujar Rudy.

Soal penahanan para tersangka, Rudy mengatakan penahanan ada­lah kewenangan penyidik. “Kalau soal penahanan itu kewenangan penyidik, ikuti saja tahapan kasus ini,” ujarnya.

Rugikan Negara Rp 3,3 Miliar

Audit kerugian negara kasus dugaan korupsi proyek terminal transit Passo tahun 2008-2009 sudah selesai. Hasilnya sudah diserahkan BPKP kepada Kejati Maluku.

Pihak Kejati Maluku juga meng­akui sudah menerima hasil audit dari BPKP, dan menemukan kerugian negara  sebesar Rp 3,3 miliar.

“Iya hasil audit kerugian negara di kasus transit Passo sudah kami serahkan ke penyidik. Bahkan sudah kami cross check ke pe­nyidik Kejati Maluku, kalau mereka sudah mene­rima hasil auditnya,” kata Korwas Investigasi BPKP Maluku, Affandi kepada  Siwali­ma di ruang kerjanya, Rabu (16/10).

Namun Affandi enggan menye­but­kan nilai kerugian negara dalam proyek yang menyeret John Lucky Metubun selaku konsultan peng­awas CV Intan Jaya Mandiri, Dirut PT Reminal Utama Sakti Amir Gaos Latuconsina dan Angganoto Ura, PPTK proyek terminal transit Passo sebagai tersangka itu.

Menurutnya, yang berwenang menyampaikan jumlah kerugian negara adalah penyidik Kejati Ma­luku.

“Jadi baiknya ditanyakan saja ke penyidik, terkait besar jumlah keru­gian negaranya,” ujar Affandi.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette yang dikonfirmasi me­ngaku, hasil audit kerugian negara kasus dugaan korupsi transit Passo yang ditemukan BPKP Maluku se­besar Rp 3,3 miliar

“Benar hasil audit kerugian ne­gara kasus dugaan korupsi transit Passo sebesar Rp 3,3 miliar sudah kami te­rima dari auditor BPKP Maluku,” ungkapnya. Selanjutnya kata Sapu­lette, penyidik akan menyusun ber­kas perkara ketiga tersangka untuk penyerahan tahap I kepada penun­tut umum agar diteliti.

“Kalau berkas sudah selesai disu­sun, diserahkan tahap I ke penuntut umum,” jelasnya.

Ditanya soal penahanan Sapulette mengatakan, tetap akan dilakukan setelah berkas para tersangka dinya­takan lengkap oleh penuntut umum.(S-49)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *