Bentrok Iha dan Tanah Goyang, Dua Luka

AMBON, Siwalimanews – Warga Desa Iha dan Dusun Tanah Goyang, Desa Loky, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat terlibat bentrok, Sabtu (31/8) mengakibatkan dua orang luka-luka.

Korban luka adalah warga Tanah Goyang, Jabir Muksin. Pria 47 ini terkena anak panah di bagian dada kiri. Satunya lagi, anggota Polres SBB, Brigpol Irawan Samanery. Pri­a 34 ini mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan, akibat diterjang batu.

Kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Piru untuk menjalani perawatan.

Pantauan Siwalima, bentrok antar warga Iha dan Dusun Tanah Goyang terjadi sekitar pukul 12.30 WIT. Mereka mempersenjatai diri dengan parang, panah, tombak, bambu runcing dan batu.

Ibu-ibu dan anak-anak Dusun Ta­nah Goyang yang ketakutan terpak­sa mengungsi ke dusun-dusun te­tangga.

Bentrok tersebut dipicu kecelaka­an lalu lintas yang terjadi pada Jumat (30/8) sekitar pukul 21.30 WIT.

Kecelakaan berawal, ketika mobil Avanza biru DE 1414 AC  yang ditumpangi Raja Iha, Zain Syaipul Latukaisupy melewati Dusun Tanah Goyang. Saat tiba di depan Mesjid Ataqwa Tanah Goyang, tibat-tiba salah seorang anak kecil bernama Putra Tuarita menyeberang jalan. Mobil yang dikemudikan oleh Soni Kaisupy itu, tanpa sengaja me­nyeng­gol anak berumur 6 tahun itu. Ia mengalami luka lecet di bagian lutut kanan.

Massa dari warga Tanah Goyang da­tang dan menghampiri mobil. Soni Kaisupy disuruh turun dari mobil. Ka­rena takut, sang sopir tak mau turun.

“Warga marah dan merusak mobil dengan lemparan batu sehingga sehingga mobil tersebut mengalami kerusakan yang cukup berat,” kata sala satu warga Dusun Tanah Go­yang, Jen Sahupala kepada Siwa­lima.

Raja Iha yang berada dalam mobil, kemudian keluar. Ia bermaksud un­tuk menyelesaikan kejadian itu secara kekeluargaan. Namun warga yang masih emosi langsung meng­hajarnya, sehingga ia mengalami luka robek di kening. Padahal Latu­kaisupy sudah berteriak, kalau diri­nya adalah Raja Iha.

Informasi pemukulan terhadap Latukaisupy tersebar, dan terdengar oleh warganya. Massa warga Iha kemudian menggunakan mobil, dan transportasi laut bergerak menuju ke Dusun Any-Pawae, Sabtu (31/8). Mereka kemudian berjalan kaki menuju Tanah Goyang.

Konsentrasi massa terjadi di per­batasan Tanah Goyang-Pawae seki­tar pukul 12.30 WIT. Massa dari  Iha dan Tanah Goyang saling berha­dapan. Mereka kemudian saling serang dengan batu dan panah.

Tak lama kemudian, ratusan per­sonil TNI dan Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres SBB, AKP V. Goleng, Komandan Kodim Persiap­an SBB, Mayor Inf. Pantas Hutapea, Danramil 1502-07 Piru Kapten Inf.  A. Laturake, Pabung Kodim 1502 Masohi, Inf. D. Mado, Danki Brimob Iptu Supriyadi,  Kapolsek Huamual Ipda Elnath Gemilang serta Danpos BKO Yonif 136/TS Desa Lokki Letda Inf. D. Putrayudanto, turun dan me­ne­nangkan massa kedua belah pihak.

Kabag Ops Polres SBB dan Dan­ramil Piru kemudian melakukan mediasi, dan mengimbau warga Iha untuk kembali ke negeri mereka. Namun mereka ngotot bertahan, dan mendesak pelaku pemukulan raja mereka ditangkap.

Merespons tuntutan warga Iha, aparat kepolisian bergerak cepat dan meringkus tiga pelaku pemukulan Raja Iha, yaitu Munawir Sabuah­lamo, Andre Mahu, dan Irwan Pali­soa. Ketiga pelaku sudah diamankan di Polres SBB.

Setelah para pelaku ditangkap, warga Iha kemudian pulang ke desa mereka sekitar pukul 21.00 WIT.

Hingga saat ini sebanyak 112 per­sonil TNI dan Polri masih melakukan pengamanan di RT 06 Pawae.

2 SST Diperbantukan

Sebanyak dua satuan setingkat pleton (SST) Brimob dari Piru dan Masohi dikerahkan untuk meng­aman­kan bentrok warga Iha dan Tanah Goyang.

“Kami kirimkan dua SST dari Piru dan Masohi untuk membantu peng­amanan.  Diharapkan dengan keha­dirannya sudah bisa membantu mengatasi konflik di sana,” kata, Dansat Brimob Polda Maluku, Kom­bes M Guntur saat dikonfirmasi Siwalima, Sabtu (31/8).

Sementara Kabag Ops Polres SBB, AKP V. Goleng mengatakan, kondisi sudah kondusif baik. Lalu lintas sudah berjalan seperti biasa. Tetapi personil TNI dan Polri masih melakukan penjagaan.

“Situasi saat ini suda aman dan kondusif dan masyarakat mulai beraktifitas seperti biasanya, tapi pasukan masih ditempatkan untuk mengamankan kondis di TKP hingga betul-betul kondusfi,” tegasnya.

Ia mengakui, akibat bentrokan itu, dua orang mengalami luka-luka, yaitu warga Tanah Goyang, Jabir Muksin, yang terkena anak panah di bagian dada kiri dan anggota Pol­res SBB, Brigpol Irawan Samanery, mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kanan, akibat kena lemparan batu.

Ia menambahkan, kecelakaan lalu lintas dan penganiayaan Raja Iha, hingga terjadi bentrok masih dipro­ses.  “Polisi sudah tetap lakukan penanganan,” ujarnya. (S-48/S-27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *