Bentrok Antar Warga di Aru 6 Rumah Rusak

DOBO, Siwalimanews – Bentrok antar warga Kampis belakang Rutan Dobo dan warga Kelapa Dua, Kelurahan Galau Dubu mengakibatkan enam rumah warga di Kelapa Dua rusak.

Bentrok yang terjadi sekitar pukul 00.00 WIT, yang di latar belakangi sejumlah pemuda warga Kampis mabuk dan memukul salah satu warga Kelapa dua. Sekitar pukul 00.30 WIT bentrokan semakin memanas ketika anggota Polsek Aru mengeluarkan tembakan peringatan yang menurut warga Kampis salah satu rekan mereka terkena tembakan.

Bentrok tidak terelakkan setelah anggota Polsek Aru menyuruh warga Kelapa dua mundur, kemudian leluasa bagi warga Kampis masuk ke kompleks kelapa dua dan membongkar sebanyak enam rumah warga rusak (seluruh jendela kaca pecah)

Keenam rumah yang rusak yakni milik Keluarga Ely Herwawan, Tarce Naraha, Ely Tabaleku, Erni Lusman, Yunus Yauply dan rumah Keluarga Glen Selitanini.

Bentrokan berlanjut hingga pukul 02.00 WIT, setelah anggota polres menembakan gas air mata sebanyak empat kali ke arah perumahan Dinas PT. Telkom dan di bantu Brimob.

Akibat gas air mata tersebut, penghuni rumah Dinas PT Telkom nyaris tidak bisa tidur, karena anak-naka mereka yang masih balita terus menangis akibat mata perih. Selanjutnya sekitar pukul 09.00 WIT, anggota Polres melakukan identifikasi dan Olah Tempak Kejadian Perkara (TKP) pada keenam rumah yang mengalami kerusakan yang dipimpin Kanit III Reskrim Polres Aru, Bripka Jul Lasamang.

Sejumlah keluarga yang rumahnya rusak mengaku sangat kecewa dengan tindakan anggota Polisi, karena menyuruh masyarakat kelapa dua mundur saat bentrok sementara anggota Polisi bersembunyi dalam Asrama Polsek PP Aru, sehingga para perusuh dengan leluasa masuk dan menghancurkan rumah mereka.

“Dong (Polisi) suruh Katong mundur, baleh dong sandiri (polisi) lari sambunyi dalam Aspol, akhirnya dong bebas kasih ancor Katong rumah,” ungkap warga yang rumahnya rusak.

Sementara itu Kapolres Aru, AKBP, Adolof Bormasa ketika di konfirmasi Siwalimanews menjelaskan, kasus ini sementara didalami oleh penyidik. Dalam kasus ini juga tiga orang yang terkait pengrusakan sudah ditahan.

Sementara informasi terkait adanya satu pelaku pengrusakan yang terkena tembakan polisi tidak benar adanya.

“Jadi tidak ada korban tembak sebagaimana isu di luar yang berkembang,” tandas kapolres. (S-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *