AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon Richard louhenapessy me­ngungkapkan, proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tetap akan dilaksankan. Kebijakan tersebut, katanya sudah diambil bahkan sebe­lum aturan yang baru dikeluarkan oleh men­teri pendidikan dan kebudayaan.

“Nggak, Kita tetap masih pakai pola yang lama saja (daring-red),” jelas Louhenapessy ke­pada wartawan usai apel pagi, di halaman Balai Kota, Senin (4/1).

Dirinya juga meng­ungkapkan dengan ke­bijakan yang dikeluar­kan Menteri Pendidikan yakni proses belajar mengajar melalui daring, namun juga dengan menggunakan TV yang semuanya berpusat pada stasiun TV.

“Kita akan evaluasi lagi kalau ada yang kurang, misalnya saja saya kasih contoh, kita maksimal itu pakai TV kabel misalnya. Itu kita sudah rapat dengan mereka juga supaya kita maksimalkan itu lagi, misalnya begitu,” pungkasnya.

Sementara itu, orang tua murid yang dikonfirmasi Siwalima juga mendukung kebijakan pemeirntah pusat agar melaksanakan bejalar mengajar dari rumah.

Baca Juga: 2020, Angka Kriminalitas di Maluku Turun

Salah satu orang tua murid Lea Alfons mengaku lebih senang proses belajar mengajar tidak tatap muka, sebab usia anak yang masih kecil.

“Bagus, karena kalau anak itu belajar tatap muka nanti bisa terkonaminasi, sedangkan mereka kan tidak tau ada pantangan apa saja supaya tidak terkonaminasi covid,” ungkap Alfons.

Selain itu, Ritha Leiwakabessy yang anaknya bersekolah SMP mengaku, kebijakan yang diambil dari pusat dan diteruskan ke pemimpin daerah sungguh baik, sebab dirinya khawatir timbul lagi klaster baru akibat belajar tatap muka.

“Saya setuju, kalau aktivitas belajar secara online terus lanjut. Saya khawatir anak-anak bisa saja mereka berpelukan, lalu virus itu dia menyebar, kan nanti muncul klaster baru lagi karena kelalaian. Jadi saya setuju dengan kebijakan menteri itu,” tukasnya. (S-52)