AMBON, Siwalimanews – Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon berpotensi besar menyebarkan Covid-19. Pergerakan orang yang tidak terkendali dan pengabaian sejumlah protokol kesehatan menjadi faktor utama tingkat penyebaran virus mematikan itu meninggi.

Koordinator Fasilitas Umum Satgas Covid-19 Kota Ambon, Richard Luhukay mengatakan, aktivitas warga di Batu Merah cukup tinggi, sayangnya mereka mengabaikan protokol kesehatan.

“Aktivitas warga di Batu Merah sangat tinggi.Hasil pantauan di lapangan, wilayah yang punya potensi paling besar penyebaran corona adalah Batu Merah,” ungkap Luhukay kepada wartawan di Ambon, Senin (19/10).

Luhukay mengaku Batu Merah merupakan tempat dengan aktivitas warga terpadat di Kota Ambon, sehingga Satgas Covid-19 saat ini lebih fokus untuk melakukan operasi yustisi.

Menurutnya, dari hasil pantauan yang dilakukan saat turun ke Desa Batu Merah, masih banyak warga setempat yang beraktivitas tanpa menjalankan protokol kesehatan (Prokes) yang telah dianjurkan oleh Pemerintah Kota Ambon.

Baca Juga: Hari Ini, Maluku Catat 109 Pasien Sembuh dan 73 Kasus Baru

“Banyak sekali aktivitas warga Batu Merah yang dilakukan tanpa menggunakan masker serta tidak jaga jarak. Bahkan, anak-anak kecil disana, bermain bebas tanpa masker, “ kata Luhukay.

Meski demikian Luhukay manambahkan, ketika tim pelaksana operasi yustisi menemukan banyak pelanggaran protokol kesehatan tidak langsung memberikan sanksi seperti biasanya.

“Kami tidak berikan sanksi, sebab dalam Ops Yustisi di PSBB transisi tahap VII ini,  kita lebih fokus ke desa dan pemukiman warga. Jika kedatangan melanggar, kita berikan edukasi dulu agar tidak diulangi lagi, “ tandasnya.

Selain itu, dalam peninjauan yang dilakukan di kawasan Batu Merah tersebut pada pekan lalu, pihaknya juga menemukan ada acara pernikahan yang diselenggarakan, oleh masyarakat setempat dan kurang ada kesadaran terhadap protokol kesehatan.

“Pada acara pernikahan tersebut, tidak ada yang namanya jaga jarak, dan pakai masker. Kami juga sudah bilang ke mereka, agar tidak boleh lagi membuat sesuatu yang menimbulkan kerumunan, supaya angka penyebaran Corona bisa ditekan biar tidak meningkat, “ ujar Luhukay.

Sementara itu, dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon, yang dipaparkan Kepala Dinas, Wendy Pelupessy pekan lalu mengungkapkan, skorsing yang dimiliki oleh Negeri Batu Merah, terlihat paling tinggi yakni 1,9 dibandingkan dengan data dari desa, kelurahan dan kecamatan lainnya yang ada di Kota Ambon.

“Kenaikan resiko kasus Covid-19, yang ada di Batu Merah, mulai dari September 2020 lalu adalah 1,9. Bahkan hingga awal Oktober 2020 kemarin angkanya tetap 1,9,” pungkas Pelupessy. (Mg-6)