NAMLEA, Siwalimanews – Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi SPI MM mengungkap fakta, kalau dampak aktifitas Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Gunung Botak (GB) juga memberi kontribusi buruk karena banyak perempuan dan anak yang tersakiti.

“Saat mulai menjadi bupati tahun 2012 lalu begitu maraknya tingkat kejahatan perempuan dan anak sebagai dampak dari Gunung Botak waktu itu,”beber Bupati Ramly Ibrahim Umasugi saat membuka Launching One Stop Service Penanganan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak di Kabupaten Buru, bertempat di Aula Kantor Bupati, Selasa (24/08).

Layanan satu atap (one stop service) itu nantinya melibatkan P2TP2A, Kepolisian dan Kejaksaan. Hadir dalam kegiatan launching itu, Kajari Buru Muhtadi dan forkoimda, serta sekda dan sejumlah pimpinan OPD.

Ramly lebih jauh menuturkan, karena ada potensi emas di GB, waktu itu  begitu banyak orang datang masuk ke Kabupaten Buru dengan berbagai pola dan niat serta karakter yang berbeda, sehingga memicuh  kejahatan terhadap anak dan perempuan cukup tinggi waktu itu.

Kemudian Pemkab Buru dan penegak hukum merespon  dengan membentuk P2TP2A dan diikutkan lagi dengan Perda. ”Lalu atas dukungan Polres, banyak kasus yang ditangani dapat dieliminir,” tuturnya lagi.

Baca Juga: Buru Punya Potensi Tambak Udang 1000 Ha

Tetapi kasus-kasus ini diakuinya, kemudian mengalami fluktuatif, sebab di waktu-waktu tertentu meningkat dan pada waktu tertentu dapat ditekan.

Ramly juga mengemukakan fakta, Ketika  mulai dilaksanakan Perda Gelora (Gerakan Bupolo Magrib Mengaji), kasus kekerasan terhadap anak menurun. Namun setelah Gunung Botak kembali bergeliat, muncul lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Bahkan sering terjadi gesekan bahkan sampai kepada tindak pembunuhan di sana.

Menyinggung terkait pelayanan satu atap ini, Ramly tegaskan, kalau layanan ini hadir untuk ikut memberi perlindungan kepada perempuan dan anak.Sebab, Anak adalah harapan dan masa depan kita yang harus kita jaga bersama.

“Saya berharap dengan lounching hari ini akan menjadi pemicu membangun kesadaran kolektif kita kemudian memberikan pengabdian yang sungguh-sungguh dalam melindungi perempuan dan anak,” tanggap Ramly.

Tidak lupa Ramly memuji Kajari Buru, Muhtadi yang telah menggagas launching pada hari ini.”Launching yang digagas oleh pak Kajari bersama pihak terkait dalam rangka terus meraih apa yang telah dicapai, salah satunya kabupaten layak anak, perlu kita dukung sebagai bukti kesungguhan dan keseriusan kita,” tandasnya..

Launching seperti ini baru pertama kali dilakukan dan program serupa belum pernah dilakukan oleh Pemda lain di Maluku.

Secara khusus Ramly menitip pesan kepada sekda Ilyas Bin Hamid, agar memperhatikan kebutuhan dari ayanan satu atap ini dalam rangka memberi perlindungan kepada erempuan dan anak. (S-31)