Bank Maluku Dobo Dituding Bocorkan Rahasia Kasda

DOBO, Siwalimanews – Pimpinan Bank Maluku Cabang Dobo, Tomi Mas­rikat dituding membocor­kan rahasia kekosongan kas daerah (kasda) Pem­kab Kepulauan Aru kepada publik.

Tudingan itu disam­pai­kan Kapala Badan Pe­ngelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kepulauan Aru, Jacob Ubyaan kepada wartawan di Dobo, Rabu (15/1).

Ubyaan mengaku ke­cewa dengan Masrikat, lan­taran pada 31 Desember 2019 sekitar pukul 15.00 WIT di Rumah Makan Si­pur, dirinya dan Masrikat  masih sempat bertemu untuk membahas Kasda kosong.

“Saya tidak berfikir in­formasi kasda kosong itu akan keluar ke publik. Bank Maluku  merupakan bank milik Pe­merintah Provinsi Maluku yang di dalamnya juga Kabupaten ke­pulauaan Aru. Pak Masrikat mesti­nya menjaga rahasia itu. Ya semua sudah terjadi sehingga tidak bisa berbuat banyak,” kata Ubyaan.

Ia mengaku, terjadi kekosongan anggaran pada kasda Kabupaten Kepulauan Aru, dikarenakan pem­belanjaan lebih besar dari angga­ran yang ada. Bahkan DAU tahun ang­garan 2019 sebesar Rp. 900 miliar lebih pun yang masuk ke re­kening hanya Rp. 800 miliar sekian.

“Belum lagi dana bagi hasil pajak dari pempus yang diterima sangat kecil dari yang semestinya. PAD kita dirancang dalam APBD 2019 sebesar Rp. 161 miliar, realnya yang di dapat Rp. 40 miliar sekian, belum lagi dana lainnya kecuali DAK,” jelas Ubyaan.

Menurutnya, kondisi tersebut me­ngakibatkan terjadinya keko­songan kasda, meski program yang disusun sudah berdasarkan anggaran. Namun karena pembe­lanjaan (penyerapan) anggaran besar tidak sesuai dengan ang­garan yang ada, sehingga terjadi Kasda kosong.

“Solusi untuk pembayaran pihak ketiga sebesar Rp. 27 miliar dari 265 SP2D maka akan di luncurkan di tahun ini, sehingga dapat terbayarkan,” pungkas Ubyaan.

Dikatakan, masalah pengang­garan ini bukan semata-mata ada pada pemerintah daerah saja, tetapi DPRD Aru juga tahu itu, sehingga diharapkan ada solusi terbaik untuk menjawab kondisi tersebut.

Bentuk Pansus

DPRD Kabupaten Kepulauan Aru akan membentuk panitia khusus (Pansus) terkait dengan kekoso­ngan Kasda  di Bank Maluku Cabang Dobo.

Wakil ketua DPRD Aru, Lanurdin Se­nen menegaskan, pansus itu se­gera dibentuk dalam waktu dekat.

“Kita akan segera membentuk Pansus untuk menelusuri terjadi­nya kekosongan Kasda di BPDM Dobo,” tandas Senen kepada wartawan, Selasa (14/1) di Dobo.

Kasda ini  bukan lagi suatu informasi tetapi fakta, karena kepala BPKAD Aru, Jacob Ubyaan telah mengakuinya dalam rapat dengar pendapat bersama di DPRD Aru.

Olehnya, untuk menelusuri penyebab terjadinya kekosongan pada Kasda ini, maka DPRD akan membentuk pansus.

Diharapkan nantinya kerja pan­sus ini dapat menemukan penye­bab kekosongan Kasda tahun anggaran 2019, entah itu akibat penyalahgunaan anggaran atau penyebab lainnya.

Terungkapnya Kasda ini, ketika BPKAD mengeluarkan surat perin­tah pembayaran dana (SP2D) untuk pencairan sejumlah proyek barulah di ketahui Kasda kosong di BPDM Dobo.

“Ini sesuatu hal diluar akal sehat, setiap program per OPD itu baik itu berupa pekerjaan pisik maupun non pisik berdasarkan anggaran dalam DPA masing-masing dan uangnya ada di kasda, sehingga kalau untuk pembayaran di ketahui Kasda kosong, maka ini harus ditelusuri penyebabnya,” ungkap­nya.  (S-25)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *