PIRU, Siwalimanews – Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Taniwel Timur Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) sejak semalam hingga hari ini, menyebabkan ruas jalan raya di kawasan Desa Hatunuru dan sekitarnya terendam banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Banjir tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Taniel Timur yang merupakan akese penghubung utama menuju desa-desa tetangga di sekitar kecamatan itu maupun menuju ke Kota Piru mengalami lumpuh total. Bahkan sekolah diliburkan, serta aktifitas warga lumpuh total.

Pantauan Siwalimanews  di Desa Hatunuru terlihat banjir yang meredam ruas jalan raya ini akibat hujan deras semalaman sekitar pukul 05.00 WIT mengakibatkan meluasnya kali uli dan beberpa sungai-sungai kecil di sekitar kawasan desa tersebut, sehingga membuat akses jalan utama tertutup banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Bahkan puluhan kendaraan sepeda motor dan beberapa mobil yang menuju ke  Taniwel maupun ke Kota Piru, serta sebaliknya tidak bisa melawati jalan tersebut, bahkan para pengendara memilih berhenti untuk menghindari banjir.

“Saya berjam-jam turun tangan untuk pantau kondisi banjir tersebut, karena kawasan sekitar Hatunuru sudah terkepung oleh banjir dan kendaraan tidak bisa menyeberang, bahkan anak sekolah pun diliburkan karena tidak bisa lewat, bahkan aktifitas warga lumpuh,” ungkap Sekretaris Camat Taniwel Timur Frangky Ahiyate kepada Siwalimanews melalui telepon selulernya, Senin (24/2).

Dijelaskan, banjir yang melanda kawasan Hatunuru diperkirakan akibat hujan deras semalam hingga saat ini dengan intensitas tinggi di wilayah pegunungan yang menyebabkan volume air di kali uli meluap kejalan, bahkan melaup ke beberapa sungai-sungai kecil sehingga mengakibatkan banjir yang cukup besar.

Tak jauh dari lokasi banjir, ungkap Sekcam, kiriman air dari kali uli ke sala satu sungai kecil disekitarnya juga membuat beberapa rumah warga Desa Hatunuru-Matapa  terendam banjir namun hanya setinggi bitis orang dewasa.

Banjir tersebut mulai menggenangi jalan utama di kawasan Hatunuru sejak pagi tadi, akibat luapan air dari Kali Uli. Bahkan saat ini volumme air kali tersebut masih terpantau cukup tinggi, sedangkan untuk kali-kali kecil kini sudah mulai surut, sehingga ada warga  mulai berkatifitas perlahan-lahan.

“Saat ini warga sudah mulai beraktifitas dengan baik, tetapi hanya sekitar jalan yang berhubungan dengan kali-kali kecil saja. Untuk Kali Uli aktivitas warga menyeberanginya dilakukan dengan hati-hati, Pasalnya kapasitas air masih tinggi. Untuk kendaraan hanya truck roda enam yang berusaha menyebarangi kali ini, sedangkan kendaraan lainnya belum bisa,” bebernya.

Menurutnya, saat ini musim hujan masih terus berlangsung sehingga ditakutkan akan turun hujan deras di malam ini, untuk itu ia minta kepada masyarakat yang tinggal dibantaran kali dan skitarnya berhati-hati, khususnya di Desa Hatunuru hingga Matapa dan sekitarnya.

Ia juga minta Pemkab SBB dan Pemprov Maluku untuk melihat bencana banjir yang menimpa Kecamatan Tnaiwel Timur, karena setiap musim hujan ruas jalan di kecamatan ini sering kebanjiran. Hal utama yang harus diperhatikan adalah melakukan normalisasi Kali Uli dan kali-kali lainnya yang ada di wilayah tersebut untuk mencegah banjir.

“Klai-kali kecil yang ada di kawasan itu harus juga dikeruk supaya air bisa mengalir lancar. Harapan ini banyak disampaikan warga, khususnya di Taniwel Timur karena warga khawatir terjadi banjir akibat aliran air tidak lancar,” pintanya. (S-48)