NAMROLE, Siwalimanews – Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bursel, Ibrahim Banda mengaku, sampai dengan saat ini hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sementara di rawat di Rumkital Lantamal IX Ambon masih belum keluar.

“Untuk PDP yang dirawat di Ambon, kita masih tunggu hasil tes PCRnya, sebab hasilnya belum keluar,” jelas Banda kepada wartawan di Kantor DPRD Bursel, Kamis (16/4).

Sementara untuk dua orang dengan status Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Bursel menurut Banda, saat ini sudah dinyatakan sembuh dan telah selesai melaksanakan isolasi selama 14 hari, sehingga sudah tak ada lagi alias nihil.

“ODP sekarang sudah sembuh, kita sudah bebaskan. Sekarang tinggal tanda tangan surat sehatnya saja, berarti sudah bisa selesai masa isolasinya 14 hari,” ujar Banda.

Sedangkan jumlah pelaku perjalanan, kata Banda, terus mengalami peningkatan dan diprediksikan akan terus meningkat dan sudah mencapai 1034 orang.

Baca Juga: 1 WNA dan 6 Penumpang Asal Makassar Ditolak di Dobo

Ribuan pelaku perjalanan ini sementara melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing sambil dilakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka.

“Untuk para pelaku perjalanan, kita isolasi mandiri dan dalam pemantauan setiap saat. Kita kontak apabila ada gejala apa pun, flu atau apa pun harus informasikan kepada kita,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada gejala-gejala yang dialami oleh pelaku perjalanan, maka pihaknya akan melakukan proses rapid test terhadap mereka.

“Langkah yang kita ambil apabila ada gejala seperti itu, maka kita akan lakukan rapid test,” tuturnya.

Dijelaskan, setelah ditetapkan anggaran Covid-19 sebesar Rp 23 miliar, maka semua pintu masuk jalur transportasi telah diperketat, termasuk jalur darat Namrole-Namlea guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sedangkan untuk kapal-kapal, sudah dibatasi sekarang, namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada pelaku-pelaku perjalanan ini masuk melalui jalur-jalur yang tidak biasa.

“Seperti kemarin ada yang masuk dari jalur Asilulu gunakan longboat ke Ambalau. Kita perketat lagi disana, kita mau suruh balik lagi tidak mungkin. Orang itu kita dapat dan sudah kita isolasi di Air Panas, Desa Waelua. Apabila ketika isolasi itu dia punya perkembangan ada gejala-gejala, maka kita tingkatkan jadi ODP. Kalau ODP itu dalam waktu tertentu kita Rapid Test dan bila positif, maka kita naikkan statusnya menjadi PDP dan seterusnya sehingga kita bisa rujuk ke Ambon,” cetusnya. (S-35)