Bagi Sembako, Abua Minta Pelaku Perjalanan Ditolak

MASOHI, Siwalimanews – Bupati Maluku Tengah, Tuasikal Abua kembali membagikan ribuan paket  sembako bagi warga terdampak Covid-19, Kamis (14/5).

Didampingi Wakil Bupati Marlatu Leleury, bahan pangan itu dibagikan kepada enam negeri di Kecamatan Amahai. Masing-masing Negeri Haruru, Makariki, Amahai, Soahuku, Rutah dan Negeri Sepa.

Setiap negeri mendapat paket bahan pokok variatif. Setiap paket terdiri dari beras 10 kg, tepung terigu 1 kg, gula pasir 1 kg, 1 kotak daun teh, sirup dan 1 liter minyak goreng.

Bantuan yang diberikan untuk memastikan jaring pengaman sosial dana penguatan ekonomi masyarakat terdampak Covid-19 berjalan.

Disela-sela pemberian bantuan itu, Tuasikal berpesan kepada seluruh kepala pemerintah negeri dan masyarakat agar patuh terhadap anjuran pemerintah. Selain itu, pemerintah negeri juga harus bersikap tegas dengan menolak setiap pelaku perjalanan di negerinya masing-masing meski yang bersangkutan adalah anak negeri sendiri.

“Saya tegaskan kepada seluruh kepala pemerintah negeri dan masyarakat saat ini kita harus tegas. Tolak semua pelaku perjalanan, meski dia adalah anak negeri sendiri. Pelaku perjalanan dari daerah mana saja, termasuk Ambon, SBB, SBT sekalipun harus kita tolak,” tegasnya.

Dikatakan, saat ini Gugus Tugas Covid-19 dan Pemerintah Kabupaten Malteng telah menyiapkan aturan untuk meningkatkan waktu karantina bagi setiap warga pelaku perjalanan dari sebelumnya 14 hari menjadi 21 hari. Hal ini menyusul perubahan pola inkubasi virus vorona yang ternyata meningkat menjadi 21 hari.

“Saya sudah siapkan aturan baru. Mulai minggu ini setiap pelaku perjalanan harus siap masuk karantina selama 21 hari. Masa inkubasi corona sekarang ini sudah meningkat bukan lagi 14 hari tetapi 21 hari. Oleh karenanya setiap pelaku perjalanan siap masuk karantina 21 hari. Aturannya akan saya teken dalam minggu ini juga,” tandas Tuasikal.

Tuasikal meminta warga untuk taat dan patuh serta tidak menganggap remeh penyebaran Virus Corona saat ini. Kota Ambon saat ini, sudah sangat mengkhawatirkan.

“Ambon sudah masuk zona merah. Kita jangan anggap remeh situasi saat ini. Kita harus waspada dan bersikap tegas. Saya tegaskan setiap pelaku perjalanan mau dari Ambon, Bula, Piru apalagi dari luar Maluku harus kita tolak. Tidak boleh kita biarkan, situasi sudah darurat dan kita tidak boleh lengah,” tandasnya lagi.

Ia meminta semua warga tetap berdoa bagi keselamatan diri dan keluarga serta daerah Malteng agar tetap dilindungi dan dijaga oleh Allah Tuhan Yang Maha Esa dari penyebaran Virus Corona.

“Saya mengajak kita semua terus berdoa dan bermohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kita maupun keluarga kita serta daerah yang sama-sama kita cintai ini terhindar dari cobaan penyebaran Virus Corona ini. Sebab saat ini hanya Tuhan satu-satunya jalan perlindungan satu-satunya pengharapan kita,” ujarnya.

Sebelum bantuan sembako dibagikan, Tuasikal kepada wartawan mengatakan, penyaluran bansos dalam bentuk bahan pokok sasarannya kepada warga terdampak Covid-19 terutama tukang becak, ojek dan pedagang.

Penyaluran bansos perdana di bulan Mei itu berjumlah 3000 ribu paket. “Ini tahap pertama kita sediakan 3000 paket, dan kita mulai dari Kota Masohi,” jelasnya.

Tuasikal mengungkapkan, proses pembagian bansos akan dilakukan selama sebilan bulan kedepan. Penerima bisa berubah, tergantung kondisi atau dampak ekonomi yang menyasar warga akibat Covid-19. “Jadi ini nanti berjalan selama sembilan bulan, dan selanjutnya kita jangkau kecamatan lain,” ujarnya.

Lanjutnya, paket sembako yang dibiayai dengan APBD Kabupaten Malteng tahun 2020 itu seluruhnya berjumlah 30 ribu paket lebih. Pembagian dilakukan by name by address.

“Kita tidak terlambat, namun kita perlu menyiapkan data penerima secara baik lebih awal agar penyalurannya dapat dipastikan tepat sasaran,” kata Tuasikal.

Selain itu, pengelolaan keuangan negara meskipun dalam force majeure saat ini namun, kata Tuasikal, data dan realisasi anggaran harus berimbang.  “Keuangan negara tidak bisa seenaknya kita kelola tanpa dasar serta data yang otentik,” ujarnya.

Tuasikal menegaskan, Pemerintah Kabupaten Malteng sepenuhnya bekerja dengan hati dan memikirkan semua sektor kehidupan masyarakat.

“Jadi kalau ada yang menuding kita tidak pakai hati, itu keliru. Mengelola keuangan negara tidak seenak-enaknya. Semua hal harus kita siapkan. sekali lagi saya tegaskan hampir seluruh hal yang menjadi harapan masyarakat kita pikirkan. Kita tidak mau suudzoon, tapi nanti akan kita realisasikan secepatnya,” tandasnya. (S-36)

Satu tanggapan untuk “Bagi Sembako, Abua Minta Pelaku Perjalanan Ditolak

  • Mei 15, 2020 pada 10:25 pm
    Permalink

    Sudah baik dan bagus langkah Pemda Malteng bagi masyarakat yang terdampak Pandemi Covid19, namun apakah hanya tukang ojek, tukang becak dan para pedagang yang terkena dampak pandemi covid19, lalu kami para ASN Maluku Tengah yang gaji hingga saat ini tidak didapatkan bukan karena tidak disalurkan tapi tidak dapat mengambilnya pada bank yang telah ditentukan, apakah para ASN ini tidak terkena dampak pandemi covid19? Ataukah karena sudah mengabdikan diri pada negara sehingga hanya bergantung pada hak2 ASN saja.

    SE Nomor 8 Tahun 2020 itu jelas bagi masyarakat. Masyarakat seng buta, masyarakat samua bisa mengakses media elektronik maupun media komunikasi lainnya. Jang biking aturan di bawah aturan. Par pancuri di blakang masyarakat bagitu, sapa yang ada lia. Jang salalu bilang karja par masayarakat. Bukti, tapi bukti 0. Ada haros lalu anggota dewan mau mangamu pemerintah daerah, karna karja vor diri sandiri deng keluarga bukan karja vor masyarakat.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *