NAMLEA, Siwalimanews – Babinsa Waemangit Koramil 1506-03 Airbuaya, Serda Dadang Suryana melaksanakan kegiatan hadrah bersama masyarakat untuk menggalang dana sukarela bagi pembangunan mesjid.

Serda Dadang Suryana Minggu (16/5) menjelaskan,  kegiatan hadrah dimulai pada hari kedua setelah Idul Fitrih itu sudah menjadi tradisi masyarakat di desa-desa di Kabupaten Buru.

Pada momen lebaran hari kedua hingga ketujuh setelah idul fitri ini, masyarakat melaksanakan hadrah untuk mencari dana bantuan suka rela untuk pembangunan mesjid maupun kegiatan lain di desa mereka.

Memanfaatkan moment Idul Fitrih ini, Serda Dadang dan perangkat Desa Waemangit juga tidak ketinggalan melaksanakan tradisi itu untuk menggalang dana.

Pada hari pertama kegiatan Jumat lalu (14/05), hadrah dimulai usai sholat dhuhur fan diikuti langsung Penjabat Kades Faimangit, Farid Fanolong.

Baca Juga: Proyek SMI tak Selesai, Dinas PUPR Bertanggungjawab

Turut serta,  Ketua BPD Rizal Umanailo, Kepala pemuda Saleh Waili, beserta para ibu dan pemuda kampung berkekuatan sekitar 120 orang.

Dari rumah ke rumah, mereka bermain rebana sambil melantunkan syair lagu Islami. Setelah melantukjan satu lagu lalu penghuni rumah merogoh duit sumbangan ala kadarnya.

Kata Serda Dadang, Hadrah dalam perkembangannya di kampung- kampung  tak lepas dari sejarah dakwah Islam. Makna hadrah dari segi bahasa diambil dari kalimat bahasa Arab yakni hadhoro atau yuhdhiru atau hadhron atau hadhrotan yang berarti kehadiran.

Namun kebanyakan hadrah diartikan sebagai irama yang dihasilkan oleh bunyi rebana. Seni ini memiliki semangat cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Hadrah juga selalu menyemarakkan acara-acara Islam seperti peringatan Maulid Nabi, tabligh akbar, perayaan tahun baru hijriyah, dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya.

Sampai saat ini hadrah telah berkembang pesat di masyarakat Indonesia sebagai musik yang mengiringi pesta pemikahan, sunatan, kelahiran bayi, acara festival seni musik Islami dan dalam kegiatan ekstrakulikuler di sekolahan, pesantren, remaja masjid dan majelis taklim.

“Karena nasih dalam pandemi Covid 19, dibatasi kegiatan hadrah kali ini hanya di dalam desa. Kalau tahun-tahun sebelumnya saat tidak ada covid, kegiatan galang dana dengan hardah di momen idul fitrih dilakukan juga di desa-desa setangga bahkan sampai ke Kota Namlea,” tutup Serda Dadang. (S-31)