Asisten III Diusir dari Ruang Paripurna DPRD

Merasa tak Dihargai

NAMROLE, Siwalimanews – Ketua DPRD Sementara Kabu­paten Bursel Muhajir Bahta saat memimpin paripurna penetapan fraksi-fraksi, Rabu (9/10) dengan tegas meminta, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Rony Lesnussa yang hadir mewakili Pemda Bursel untuk meninggalkan ruangan paripurna.

Lesnussa yang baru tiba dan mengambil tempat di depan meja pimpinan langsung diminta meninggalkan ruangan tersebut oleh pimpinan DPRD.

Sebab, agenda sidang paripurna pembahasan dan penetepan fraksi-fraksi yang dijadwalkan pukul 14.00 WIT ini molor hingga pukul 16.30 WIT dan bahkan ditunda karena tidak dihadiri oleh Bupati atau Sekda kabupaten setempat sesuai keinginan pihak DPRD.

“Lembaga ini adalah lembaga terhormat, sehingga dengan ketidak­hadiran sekda atau bupati, maka agenda yang telah kita jadwalkan ini ditunda sampai dengan kehadiran saudara sekda atau saudara bupati. Dan kepada Pak Assiten III, tanpa mengurangi rasa hormat silakan meninggalkan forum ini. Silahkan, saya persilah­kan,” tegas Ketua DPRD Semen­tara Muhajir Bahta dibarengi tepuk tangan dari seluruh anggota DPRD yang hadir.

Menurut Bahta, lembaga DPRD adalah lembaga yang memiliki wibawa dan kehormatan yang seharusnya Pemda Bursel juga dapat mengahargai. hal ini sebagai bentuk kemitraan yang baik.

“Kalau saja saudara bupati tidak hadir, harusnya mengutus saudara sekda, tapi di hadapan kita saudara Assiten III yang diutus. Dan tanpa mengurangi rasa hormat kami sebagai pimpinan DPRD dan untuk menjaga marwah dan martabat serta wibawa lembaga rakyat yang terhormat ini kami merasa perlu untuk menyampaikan pada forum lembaga yang terhormat ini bahwa paripurna ini kita tunda sampai dihadiri oleh saudara Bupati atau Saudara Sekda,” ujar Bahta.

Dirinya pun menitipkan catatan kritis kepada Pemda bahwa rakyat sangat butuh keputusan-keputusan terbaik di lembaga yang terhormat ini untuk menjawab seluruh keluh kesah dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Bursel.

Menurut Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Bursel ini, DPRD telah bekerja siang malam untuk menyele­saikan segala agenda besar DPRD, dan akan menuju pembahasan APBD tahun 2020, sehingga hal ini harus di lihat dalam prospek kemitraan.

Dengan penundaan paripurna tersebut, Bahta memohon maaf kepada anggota DPRD yang telah hadir karena tak dapat mengikuti paripurna sebagai mana mestinya, bahkan dirinya meminta agar para tamu undangan dapat memahami kondisi dan keadaan yang sedang terjadi.

“Saya atas nama Ketua DPRD sementara menyampaikan permo­honan maaf yang sebanyak-banyaknya dan kepada saudara-saudara, sekiranya apa yang menjadi kondisi saat ini dapat dipahami dan dimaklumi oleh saudara-saudara. Kita punya harapan besar untuk melihat Bursel maju kedepan,” paparnya.

Dijelaskan, pimpinan dan anggota DPRD yang hadir pada paripurna ini memiliki keinginan yang besar untuk bersama Pemda membangun Bursel yang lebih baik, dan lebih maju kedepan dan dapat bersaing dengan daerah-daerah lain di Maluku.

“20 anggota DPRD Bursel memiliki keinginan besar dan ingin bersama Pemda bersinergi memajukan Bursel kedepan, dan sekali lagi kami mohon maaf atas kondisi ini dan kami akan mengundang kembali Bupati atau Sekda untuk menghadiri agenda ini sebagai tanda dan syarat bahwa lembaga yang terhormat ini telah dihargai,” tandasnya. (S-35)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *