AMBON, Siwalimanews – Anggaran pembangunan rumah pasca gempa bumi yang melanda Kota Ambon, 26 September 2019 dipertanyakan.

Sejumlah warga Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Jumat (26/6), mendatangi Kantor BPBD Kota Ambon guna mempertanyakan anggaran pembangunan rumah yang hingga kini belum juga dicairkan oleh Pemerintah Kota Ambon.

Namun, keinginan mereka untuk bertemu Kepala BPBD Kota Ambon, Demmy Paays tidak terkabulkan. Mereka hanya bertemu dengan salah satu anak buahnya Paays namun yang bersangkutan juga tidak bisa memberikan kepastian kapan anggaran pembangunan rumah dicairkan.

Salah satu warga RT 013/RW 003, Ricky Pesuarissa meminta Pemkot Ambon untuk segera merealisasikan anggaran pembangunan rumah yang rusak akibat gempa bumi, 26 September lalu.

“Rumah saya ini rusak berat, namun sampai saat ini anggaran pembangunan rumah belum lagi dicairkan padahal menurut keterangan Kepala BPBD Kota Ambon bahwa anggaran tersebut sudah ada di rekening Pemkot namun kok belum lagi diberikan kepada para korban bencana,” tandas Pesuarissa, kepada Siwalima, di Ambon, Senin (29/6).

Baca Juga: IGI akan Beri Pelatihan Ditengah Pandemi Covid-19

Ia mengaku kecewa jika Pemkot Ambon beralibi bahwa anggaran tersebut belum bisa dicairkan karena kondisi Covid-19, sehingga rencana pembentukan tim belum bisa dilakukan.

“Kalau itu kendalanya maka Pemkot harus mencari solusinya bukan membiarkan uang ratusan miliar itu mengendap di rekening Pemkot, sementara masyarakat menderita di musim hujan seperti ini, kami hanya mempertanyakan hak kami yang sudah diberikan oleh negara,” ujarnya, dengan nada sedih.

Hal senada diungkapkan, Yuli Lololuan, warga RT 037/RW 023 Desa Passo.

Lololuan mengaku, saat gempa bumi rumahnya mengalami rusak berat dan sampai saat ini belum juga dicairkan anggaran pembangunan rumah.

“Memang kita sudah mendapatkan buku tabungan dengan dana awal sebesar Rp 3.250.000 yang diperuntukan untuk pembersihan puing-puing rumah dan biaya sewa rumah atau sejenisnya tapi ini kan sudah lewat dari enam bulan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Ia menuturkan, saat ini musim hujan dan rumah tempat pengungsiannya sering tergenang air.

“Kasihan, cobalah pemerintah datang dan melihat kondisi kami disaat musim hujan ini, kami sangat menderita. Tolonglah anggaran pembangunan rumah itu dicairkan agar kami bisa segera membangun rumah kami,” pintanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Ambon, Demmy Paays, yang dikonfirmasi Siwalima, meminta agar masyarakat langsung menemui Sekot Ambon, AG Latuheru.

“Bilang mereka, datang saja ke pa Sekot supaya bisa mendapatkan kejelasannya,” ujarnya, melalui telepon selulernya, Senin (29/6).

Sekot Ambon, AG Latuheru, yang dikonfirmasi Siwalima, meminta agar masyarakat bisa bersabar karena dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan untuk mensosialisasikan rencana pembangunan rumah pasca gempa.

“Nanti dalam waktu dekat, saya akan mengundang perwakilan dari masyarakat untuk kita membicarakannya, bagaimana mengambil langkah-langkah selanjutnya,” ujar Sekot, melalui telepon selulernya, Senin (29/6).  (S-16)