AMBON, Siwalimanews –  Tim Satuan Tugas Aman Nusa ll Polda Maluku terus berupaya mencegah memutus mata rantai serta penyebaran Covid-19 di Kota Ambon.

Salah satu upaya yang dilakukan tim ini yakni dengan melakukan penyemprotan disinfektan pada sejumlah wilayah, baik itu pada pemukiman penduduk, fasilitas umum maupun fasilitas kesehatan yang ada di kota ini.

Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes M Guntur menjelaskan, untuk penyemprotan hari ini difokuskan pada kawasan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan sekitarnya dengan melibatkan 10 personil KBR Detasemen Gegana.

“Hari ini tim satgas kembali semprot disinfektan pada kawasan Pelabuhan Yos Sudarso dan sejumlah lokasi di Kota Ambon. Kawasan ini dipilih karena merupakan titik keramaian di Kota Ambon,” jelas Dansat.

Baca Juga: Pemkot Harus Beritikad Baik Selesaikan Lahan IPST

Sementara itu, Pasi Ops Detasemen Gegana Ipda A Manullang yang memimpin jalannya aksi itu menambahkan, penyemprotan disinfektan kali ini difokuskan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, karena lokasi tersebut merupakan salah satu daerah rawan terjadinya penyebaran virus ini.

“Pelabuhan merupakan tempat keramaian,apalagi dalam seminggu 2 sampai 3 kapal penumpang yang masuk, sehingga sudah sewajarnya dilakukan penyemprotan di daerah tersebut,” ungkap Manullang.

Selain penyemprotan, para personil Satgas Aman Nusa ll juga memberikan himbauan kepada para pekerja buruh pelabuhan agar tetap memakai masker saat beraktifitas, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta selalu menjaga jarak di tempat keramaian.

Selain pelabuhan Yos Sudarso, Persenel KBR yang tergabung dalam satgas ini juga melakukan penyemprotan di sejumlah titik keramaian lainnya seperti pada sejumlah mini market, pemukiman padat penduduk, lapak-lapak penjahit dan pertokoan di Jalan Sam Ratulangi serta Lapangan Ch Tahapary Polda Maluku juga tak luput dari penyemprotan itu.

“Dengan dilaksanakannya penyemprotan cairan disinfektan ini, kita berharap semoga pasien yang terinveksi bisa berkurang dan tidak ada lagi korban meninggal akibat Covid-19,” harapnya. (S-45)