Alokasi APBN bagi Maluku Meningkat

Ambon, Siwalimanews – Alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk Provinsi Maluku selama beberapa tahun terakhir bila ditinjau dari sisi pendapatan maupun belanja negara terus mengalami peningkatan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Maluku Murad Ismail dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Setda Maluku, Hendrik Far Far saat dalam satu seminar yang digelar Kementerian Keuangan tentang menjaga kesehatan APBN ditengah ketidakpastian ekonomi global, di Ballroom Swissbell Hotel, Rabu (9/10).

Realisasi pendapatan negara dan hibah sampai dengan triwulan ke dua tahun 2019 kata gubernur, sebesar Rp 817,35 miliar mengalami peningkatan dibanding periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp 759,17 miliar. Sementara realisasi pada belanja sampai pada trimester I 2019,  anggaran yang telah diserap sebesar Rp 9,24 triliun atau 43, 86% dari total dana yang dialokasikan.

“Untuk 2019 anggaran pendapatan dan belanja negara yang dialokasikan kepada Maluku  Rp 21,29 triliun dengan rincian belanja pemerintah pusat Rp 8,34 triliun dan transfer ke daerah serta dana desa sebesar Rp 12,95 triliun, peningkatan terlihat pada realisasi pendapatan, belanja dan hibah,” tandas gubernur.

Selanjutnya, kenaikan juga terlihat pada realisasi pendapatan daerah Maluku, menurutya, jika dilihat dari anggaran pendapatan belanja dearah di Maluku telah dialokasikan Rp 15,09 triliun dengan rincian belanja daerah Rp 13,06 triliun dan transfer pemda Rp 2,02 triliun.

“Realisasi pendapatan daerah sampai triwulan II tahun 2019 sebesar Rp 353 miliar, mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2018 yaitu Rp 331,88 miliar, sementara realisasi pada tahun berjalan sampai semester I tahun 2019 anggaran yang telah diserap Rp 4,14 triliun atau 24,49% dari total dana yang di alokasikan,” cetusnya.

Ditambahkan, seminar yang dilaksanakan ini sangat penting sebagai forum diskusi dan sarana untuk mempererat sinergitas Kementerian Keuangan dan pemda sebagai upaya memperkokoh ikatan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. (S-45)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *