AMBON, Siwalimanews – Akses transportasi yang menghubungkan sejumlah desa di kawasan Kecamatan Leihitu, Kebupaten Maluku Tengah kembali normal, setelah jembatan darurat di Negeri Lima dibangun.

Jembatan Negeri Lima Ambruk, Senin (13/7) subuh, akibat hujan yang menggguyur Pulau Ambon beberapa hari ini.

“Sekarang jembatan darurat sudah selesai dibangun dan sudah bisa dilintasi kendaraan,” kata Sekda Maluku, Kasrul Selang ketika dikonfirmasi Siwalima di Kantor Gubernur Maluku, Senin (13/7).

Ambruknya jembatan itu, kata Kasrul, diakibatkan karena curah hujan yang tinggi dan usia jembatan yang sudah tua. Olehnya pemerintah mempercepat proses berbaikan dengan menggunakan jembatan darurat dari batang kelapa. “Ini yang penting sekarang kendaraan roda dua dan roda empat tidak bisa melintas,” jelasnya.

Kasrul menambahkan, untuk perbaikan permanen nanti dianggarkan, karena situasi sekarang anggaran diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. “Yang penting kendaraan bisa melintah dulu, nanti kita anggarkan kedepan,’’ ujarnya.

Baca Juga: Kinerja RSUD Haulussy Perlu Dievaluasi

Ambruk

Hujan deras yang mengguyur Pulau Ambon beberapa hari ini menyebabkan jembatan yang menghubungkan Negeri Lima dan desa-desa lain di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, ambruk, Senin (13/7).

Akibat ambruknya jembatan tersebut mengakibatkan akses transportasi dari dan ke desa-desa lain  terputus, bahkan aktivitas warga pada negeri ini juga terganggu.

Menurut Ahmad, warga Desa Negeri Lima menjelaskan, kejadian ambruknya jembatan itu terjadi sekitar pukul 05.00 WIT.

“Jembatan ini Ambruk sekitar jam 5 subuh, saya di depan teras cuma dengar seperti bangunan roboh, ternyata saat dilihat jembatan yang roboh,” ujarnya.

Kadis PU Maluku, Muhamat Marasabessy yang hendak dikonfirmasi, tidak berada di kantor. “Bapak lagi ikut rapat di Balai Jalan sehingga tak ada di kantor,” kata salah satu stafnya.

Sementara Kapolsek Leihitu, Iptu Julkisno Kaisupy yang dikonfirmasi Siwalima melalui telepon selulernya membenarkan jembatan tersebut roboh sekitar pukul 05.00 WIT.

“Jembatan yang roboh ini terletak di Negeri Lima, tepat di ujung jalan mau keluar ke Negeri Seith, dia roboh itu sekitar pukul 05.00 WIT dan bersyukur tak ada korban jiwa,” ujar Kapolsek.

Namun kata Kapolsek, ambruknya jembatan itu, mengakibatkan transportasi dari Negeri Lima ke Kota Ambon maupun negeri-negeri lainnya di Leihitu terputus. Masyarakat yang biasanya ke Kota Ambon melalui Negeri Hitu, kini harus melalui Negeri Laha di Kecamatan Leihitu Barat.

Mendengar informasi ambruknya jembatan tersebut, ia bersama anggotanya langsung ke lokasi dan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Negeri Lima serta pihak Dinas PU dan salah satu perusahaan yang sementara beraktivitas di negeri tersebut.

“Tadi kita langsung turun bersama anggota ke lokasi untuk lakukan koordiansi dengan pak Irwin Marasabessy dari PU Maluku dan pemerintah negeri serta pimpinan PT Kharisma yang kebetulan punya eksavator untuk membersihkan material dari jembatan yang ambruk,” tutur Kapolsek.

Masyarakat dibantu anggota Polsek Leihitu serta karyawan PT Kharisma membuat jembatan darurat dari batang pohon kelapa agar dapat dilalui oleh kendaraan. (Mg-5)