PEMERINTAH Provinsi Maluku diingatkan tidak menutup mata dengan persoalan infrastruktur jalan di Kabupaten Buru Selatan.

Permintaan ini disampaikan langsung anggota DPRD Provinsi Maluku dapil Kabupaten Buru dan Buru Selatan, Michael Tasane kepada Siwalima, melalui telepon selulernya, Selasa (16/5).

Tasane menjelaskan, dalam agenda reses yang dilakukan masyarakat Leksula mengeluh terkait dengan akses ruas jalan Namrole menuju leksula yang hingga saat ini belum ada keber­pihakan pemerintah Provinsi untuk membangun.

Padahal, akses jalan Namrole menuju Leksula tersebut merupakan jalur utama yang harus menda­patkan perhatian serius pemerintah Provinsi jika ingin pertumbuhan ekonomi masyarakat meningkat.

“Untuk kases ruas jalan Namrole menuju Leksula sudah dilakukan pekerjaan awal berupa pembukaan akses tetapi sampai saat ini belum juga diaspal, sangat disayangkan kalau anggaran sudah digelon­torkan tapi tidak tuntas dengan aspal,” ujar Tasane.

Baca Juga: Petani Malteng Peroleh KUR 5.9 Miliar

Menurutnya, masyarakat dua kecamatan sangat membutuhkan akses jalan Namrole menuju Leksula yang representatif sebab jika musim hujan tiba justru masyarakat tidak dapat melakukan aktifitas.

Belum lagi jika curah hujan tinggi yang mengakibatkan permukaan air sungai naik mengakibatkan masyarakat tidak dapat menye­berang karena keterbatasan jem­batan penghubung.

Ruas jalan sepanjang 60 kilometer tersebut kata Tasane memerlukan intevensi pemerintah Provinsi atau pusat sebab tidak mungkin ditanggulangi dengan APBD Kabupaten Buru Selatan yang cukup kecil.

Selain itu, visi Presiden Joko Widodo untuk membangun dari desa dan pinggiran harus menjadi landasan bagi Pemprov Maluku untuk memberikan perhatian serius bagi infrastruktur didaerah yang terisolasi.

“Kita berharap pembangunan jalan Namrole menuju Leksula ini segera dirampungkan oleh Pemrov Maluku maupun Balai sehingga akses masyarakat dapat berjalan dengan lancar,” tegasnya.(S-20)