AMBON, Siwalimanews – Walikota Ambon Richard Louhenapessy mengaku, akibat pandemi Covid-19 yang melanda Kota Ambon sampai saat ini, maka Pemkot kehilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 30 persen.

Pasalnya, pada termin ke dua tahun ini, Pemkot Ambon menargetkan PAD sebesar 40 pesren, namun lantaran pandemi, maka hanya 10 persen yang dicapai, hal ini dikarenakan banyak sektor usaha ditutup.

“Saya dapatkan laporan dari Kepala Badan Pengelolaan Pajak, bahwa kita hanya dapat 10 persen pada termin kedua. Dengan demikian kita kehilangan 30 persen atau sekitar RP 33 miliar,” ungkap walikota kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (13/8).

Dijelaskan, sebelum pandemi PAD yang diperoleh sebesar Rp 160 miliar, namun kini dnegan pandemi target pemkot dipastikan tak tercapai.

“Pertama saya jabat sebagai walikota itu PAD capai 38 miliar dan untuk tahun ke tujuh PADnya naik Rp 160 miliar, tapi dengan adanya covid, PAD jadi menurun,” ucapnya, sembari menambahkan, “Kita doakan saja agar masyarakat selalu mengikuti prtotap kesehatan agar pandemi ini dapat berkahir dengan begitu sektor-sektor usaha dapat beraktivitas lagi sehingga nantinya dapat meningkatkan PAD kita lagi,”cetusnya. (Mg-5)

Baca Juga: Keberangkatan Wakil Rakyat Ditengah Pendemi Menuai Kritik